MUI Sebut Aktivitas “Rumah Al – Quran” di Mataram itu Sesat

SA saat diamankan di ruang Dirbinmas Polda NTB

 

kicknews.today Mataram – Majelis Ulama Indonesia (MUI) membuat kesimpulan bahwa aktivitas “Rumah Mengenal Al-Qur’an” itu diduga sesat. Pasalnya pemimpin tempat itu, SA tidak mengakui hadist Nabi dan aktivitasnya pun dianggap meresahkan masyarakat, sehingga diserahkan ke proses hukum.

Kesimpulan itu disampaikan MUI setelah menggelar pertemuan dengan SA yang difasilitasi Binmas Polda NTB, Senin (30/1) siang tadi.

BACA JUGA:

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”1581″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Pertemuan dihadiri langsung oleh Ketua MUI Prof. Saiful Muslim bersama Dirbinmas Polda NTB Kombes Pol. Benny Basir Warmansyah, dimulai sekitar Pukul 13.30 Wita dan berakhir Pukul 14.30 Wita.

Meski pertemuan tersebut bersifat tertutup, sempat terdengar adanya ketegangan antara SA dengan pihak MUI, bahkan kedua pihak ini terlibat perdebatan yang cukup seru.

Usai pertemuan, Saiful Muslim menegaskan kesimpulannya. “Ini ciri ciri paham sesat, kita memastikan paham itu sesat,” tegasnya kepada wartawan.

Alasannya, dari hasil kajian terhadap aktivitas SA di Sekretariat Jalan Bung Karno melalui selebaran dan isi dalam pertemuan itu, SA tidak mengakui hadist Nabi.

“Dia tidak menerima cara-cara kita shalat,” jelasnya.

Bahkan yang paling mengejutkan adalah yang bersangkutan tidak mengakui adanya Al-Quran.

 

Saiful Muslim mengaku tidak bisa lagi berkata banyak untuk memberikan celah pembenaran atas aktivitas SA dengan lembaganya tersebut.

Dia pun mengaku mulai mengkhawatirkan reaksi masyarakat, karena ada reaksi masyarakat itulah, sehingga pihaknya berinisiatif melapor dan berdialog dengan SA yang selanjutnya menyerahkan kepada proses hukum.

“Supaya tidak ada reaksi masyarakat, makanya kita serahkan ke proses hukum,” tegasnya.

Aktivitas SA ini menjadi viral di media sosial. Dia(SA), sebelumnya menyebarkan brosur dan surat-surat yang mengatasnamakan Al-Qur’an dan Hadist.

Dalam sebuah pamflet ditulis: “Pengumuman Allah”, isinya: “yang tidak disampaikan oleh ahli Kitab Al-Qur’an” dengan mengutip Surat Ali Imran ayat 71 dan Al-Baqarah ayat 159.

Ahli Kitab ditudingnya tidak menyampaikan kebenaran, sebagaimana dia tulis di poin terakhir dalam brosur yang disebarkannya, disana tertulis “tata cara shalat tidak ada dalam Al-Qur’an. Benar sekali, sangat benar, pikirkan, cek dan ricek”. (bh)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat