Tak Hadir di Lombok, Rizieq Sihab Minta Maaf dan Dukungan Bela Ulama

Rizieq Sihab

 

kicknews.today Mataram – Ketidakhadiran imam besar FPI, Rizeq Sihab dalam acara tabligh akbar yang dilakasanakan di lapangan Tastura Praya Lombok Tengah, membuat para jamah terlihat sedikit kecewa. Namun kekecewaan jamaah yang hadir sedikit terobati dengan mendengar suara Habib Rizeq Sihab yang menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jamaah di Nusa Tenggara Barat.

Melalui sambungan telpon milik Wakil Ketua GNFP – MUI Ustad H Zaitun Rasmin, Rizieq mengungkapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh ulama dan umaro’ yang hadir dalam acara tablig akbar.

BACA JUGA :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”7072″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

“Secara istimewa, saya meminta maaf kepada seluruh ulama dan umaro’, bahwa saya berhalangan untuk hadir,” ungkapnya, Minggu (29/1).

Ketidakhadiran pimpinan FPI ini tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Namun dia mengatakan kalau ada urusan yang saat ini tidak bisa ditinggalkan.

“Ada sesuatu dan lain hal, yang tidak bisa saya tinggalkan. Semoga acara hari ini suskses dan selalu mendapat rido dari Allah,” lanjut Rizieq.

Selanjutnya dia juga menyampaikan pesan bagi seluruh umat islam yang ada di NTB. Dia berpendapat bahwa umat islam saat ini sedang di adu domba dengan berita berita fitnah.

“Jangan mau diadu domba dengan berita fitnah, yang ditunjukan untuk menjatuhkan para Habib dan Ulama,” katanya.

Masih menurut dia, dalam sambungan telpon Rizieq juga berharap umat islam agar meningkatkan kewaspadaan dalam melanjutkan perjuangan, karena segala fitnah saat ini ditujukan ke umat islam dan para ulama.

“Kita harus meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi serangan musuh musuh islam. Kita harus siap membela ulama, bela agama dan membela negara,” harapnya.

Meskipun Habib Rizieq berhalangan untuk hadir, namun para jamaah mendengarkan dengan khusuk dan penuh semangat apa yang dipesan oleh ketua tokoh GNFP – MUI ini. (mh)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat