Tenang Pak… Ini Lombok, Serambi Madinah, Kami Terbiasa Hidup Berdampingan Dalam Toleransi

Pasukan patroli Sabhara Polda NTB di depan Islamic Center Mataram

 

kicknews.today Mataram – Rencana kedatangan ketua FPI, Rizieq Sihab ke pulau Lombok untuk bertabligh dan menggalang dana untuk korban banjir di Bima, menuai kontroversi dengan situasi politik di pusat yang saat ini sedang bergulir. Sebagian setuju, namun sebagian lagi menolak karena dianggap ceramahnya yang cenderung provokatif.

Pihak Kepolisian Nusa Tenggara Barat bahkan mengeluarkan perintah siaga untuk mengamankan acara yang akan digelar di alun-alun,Kota Praya, Lombok Tengah pada Minggu (29/1) untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

BACA JUGA :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”5″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”7039″ tax_operator=”0″ offset=”2″ order=”desc”]

Haryadi Norman S.Ag, seorang tokoh pemuda di Ampenan, malah dengan tenang menanggapi mengenai hal tersebut.

“Tenang pak… ini Lombok, serambi Madinah, kami terbiasa hidup berdampingan dalam toleransi di sini,” ujarnya, Sabtu (28/1).

Dia menjelaskan, soal kata serambi Madinah yang disandang Lombok tidak datang serta merta. Sejak zaman Rasulullah, kota Madinah telah dikenal dengan pluralismenya meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam tapi tetap bisa hidup berdampingan dalam damai. Inilah yang menjadi cikal bakal kosa kata masyarakat Madani dalam bahasa Indonesia saat ini.

“Lombok menyandang gelar serambi Madinah dari proses, sejak dahulu meski mayoritas muslim tapi saya yakin dapat menjaga yang minoritas, apalagi kita sudah mendapat pelajaran besar dari peristiwa 171 dulu,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolda NTB melalui Kabid Humas, AKBP Tribudi Pangastuti menjelaskan, upaya yang dilakukan pihaknya terkait perintah siaga merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dilakukan.

“Selain SOP, dalam hal pengamanan kita punya moto yang ditekankan Kapolda, prediksi terburuk, persiapan optimal dan berharap dengan doa yang terbaik,” katanya.

Tribudi melanjutkan, dengan upaya pengamanan maksimal yang dilakukan polisi, dapat meniadakan segala bentuk gangguan kamtibmas yang kemungkinan terjadi sebelum, saat dan sesudah acara tabligh digelar.

“Kalau sudah kita lakukan maksimal, selebihnya kita berharap kepada Tuhan agar diberi kelancaran. InsyaAllah NTB tetap kondusif,” harapnya. (ddt)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat