Direktur PT. ITDC Puji Kapolda NTB di Hadapan Menteri BUMN

kiri: Menteri BUMN, Rini Seomarno, Wakil Gubernur NTB, Bupati Loteng, Direktur ITDC saat resmikan Icon Mandalika. Kanan: Kapolda NTB

 

kicknews.today Lombok Tengah – Selama 26 tahun PT Indonesia Developmen Corporation (ITDC) yang sebelumnya, PT Rajawali, BTDC dan LTDC mengelola lahan seluas 1.035 hektare di kawasan Mandalika Resort, Kuta, Lombok Tengah. Sepanjang tahun itu juga keberadaan lahan seluas itu menjadi polemik akibat saling klaim oleh oknum masyarakat setempat. Namun, karena ITDC terus koordinasi dan membentuk tim verifikasi yang di ketuai Kapolda NTB, Brigjen Pol Drs Umar Saptono dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) persoalan saling klaim tersebut sudah menemukan titik terang dengan cepat. Hal ini tidak lepas dari peran Polri di NTB.

Direktur PT ITDC, Abdulbar Manseor memaparkan, dari 10 destinasi yang dicanangkan untuk dikembangkan oleh pemerintah Indonesia salah satunya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort. Kini sudah ada kemajuan, masalah lahan dari total yang belum terbebaskan di 28 titik seluas 135 hektare. Saat ini tersisa 4 titik dan masih menunggu SK BPN.

BACA JUGA :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”4″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”1070″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

“Ini berkat bantuan Forkominda NTB yang diketuai Kapolda NTB sehingga masalah-masalah bisa cepat terselesaikan,” ungkapnya di hadapan Menteri BUMN, Rini Seomarno dan ratusan Direksi BUMN lainya, di Kuta, (27/01).

Dia menjelaskan, saat ini ITDC sudah membangun beberapa fasilitas pendukung pengembangan KEK tersebut seperti fasiliatas penyulingan air laut menjadi air tawar siap pakai yang sudah tuntas dan dinamakan sea water reverse osmosis (SWRO) yang berkemampuan menyuling 3 juta liter air.

Tidak hanya itu, beberapa icon mandalika sudah tidak ada masalah. Begitu halnya dengan pembangunan lima hotel besar, salah satunya adalah hotel Pulman yang saat ini telah masuki tahap pembangunan dan diperkirakan tuntas pada tahun 2018 dengan kapasitas 1.200 kamar dan Club Med sudah MoU.

“Ini wujud sinergi BUMN dengan beberapa perusahaan baik di bawah BUMN dan investor,” katanya.

Abdulbar menambahkan, tahun 2017 ini saja sebesar Rp 175 Miliar dana digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur pendukung termasuk pembangunan Masjid Mandalika, penataan pantai dan infrastruktut dasar. Itu semua sudah ada kontrak pengerjaan jalan sepanjang 11 kilometer.

Selain itu, akan ada dana sebesar 200 juta dolar dari World Bank untuk pengembangan kawasan dalam hal ini, Danau Toba, Candi Borobudur dan Mandalika Resort Lombok Tengah.

“Yang jelas kami optimis tuntas. Termasuk, pembangunan Sirkuit Motor GP, diatas lahan 500 hektare direncanakan tuntas 2018 sehingga beroperasi 2019,” tegasnya.

Sementara itu, wakil Gubernur NTB, sangat salut atas langkah ITDC percepat pembangunan dan mencari investor. Hanya saja, dia menekankan supaya sisa lahan yang masih bermasalah agar dipercepat penyelesaian.

“Kami yakin, ketika KEK ini berjalan lancar, dan akan mampu tingkatkan perekonomian pariwisata dan kurangi pengangguran,” pungkasnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat