Disbudpar KLU: 400 Wisatawan Timur Tengah, Atasi Low Season

Kursi kosong tak terisi wisatawan karena low season

 

kicknews.today Lombok Utara – Bulan Januari sampai Maret hingga diprediksi merebak sampai Mei mendatang merupakan waktu low season yang dialami oleh sejumlah kawasan pariwisata di Lombok Utara. Maka dari itu, beberapa cara guna mensiasati sudah disiapkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) KLU.

‘’Memang low season selalu jadi masalah dan dikeluhkan, tetapi tahun ini kita punya beberapa kegiatan, semoga saja bisa menalangi itu,” ujar Plt Kepala Disbudpar KLU, Baiq Prita, Kamis (26/1).

BACA JUGA :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”4″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”829″ tax_operator=”0″ offset=”1″ order=”desc”]

Keluhan selama low season justru kerap muncul dari kalangan pengusaha. Pasalnya, mengingat sepinya wisatawan dalam kurun waktu yang cukup lama membuat pendapatan mereka menurun. Sementara beban untuk menggaji para pegawai yang merupakan keajiban harus dilakukan.

‘’Iya makanya kita akan adakan semacam event dan mengundang 100 wisatawan dari Timur Tengah pada tanggal 12 Febuari nanti, ini bisa jadi solusi,” jelasnya.

Beberapa acara yang rencananya akan digelar notabene bukan hanya muncul dari Disbudpar KLU saja, melainkan Disbudpar NTB juga turut berkontribusi mengadakan event di Gili Meno pada Maret mendatang. Hal semacam ini dirasa cukup efektif guna mendatangkan wisatawan kendati musim sedang low season.

‘’Itu Disbudpar Provinsi nanti Maret akan bawa tamu sekitar 400 orang untuk acara di Gili Meno cara seperti ini penerapannya saya kira bisa mengatasi soal low season tadi,” katanya.

Tidak hanya itu, cara lain yang dilakukan yaitu bekerjasama dengan sejumlah travel agent guna mendatangkan wisatawan untuk menyaksikan acara yang nantinya akan disediakan.

‘’Nanti travel agent juga kita lakukan kerjasama, yang jelas kita tidak mengandalkan satu sisi saja,” tegasnya.

Ia pun menilai dampak dari musim sepi ini tidak akan berimbas pada target kunjungan wisatawan yang ditetapkan. Selain diantisipasi dengan cara tadi, KLU dianggap menjadi distinasi utama yang diminati oleh wisatawan untuk berlibur.

‘’Insyallah tidak akan terganggu, karena KLU kan banyak diminati wisatawan. Apalagi ketika perayaan tahun baru,” mengakhiri.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat