Polda NTB Bersikap Netral Soal Pro dan Kontra Kedatangan Rizieq Sihab ke Lombok

Demo Aliansi Kebangsaan di Polda NTB menolak Rizieq Sihab datang ke Lombok

 

kicknews.today Mataram – Sekitar 500 orang massa yang mengatas namakan diri Aliansi Kebangsaan melakuakan aksi demonstrasi menolak kedatangan Rizieq Shihab ke Lombok dalam tabligh akbar yang rencana akan digelar 29 Januari mendatang. Menurut massa aksi, kedatangan Imam FPI itu bisa menimbulkan perpecahan dikalangan umat Islam di NTB. Namun, Polda NTB cenderung bersikap netral terkait kedatangan sosok kontroverial itu.

Menurut Wadir Binmas Polda NTB, AKBP Widiatmoko, yang saat itu menerima perwakilan massa aksi menyatakan, Polda NTB siap mengamakan dengan catatan Habib Rizieq Sihab datang untuk berdakwah tanpa ada unsur provokasi di dalamnya. Apa bila ada upaya provokasi maka Polda NTB akan dengan tegas menghentikan acara tersebut.

BACA JUGA :

[su_posts template=”templates/list-loop.php” posts_per_page=”4″ taxonomy=”post_tag” tax_term=”7039″ tax_operator=”0″ offset=”2″ order=”desc”]

“Kita amankan, dengan catatan apakah dia (Rizieq Shiab) datang untuk dakwah atau untuk memprovokasi. Kalau untuk mempropokasi saya sendiri yang akan menghentikan acara tersebut,” ungkap AKBP Widiatmoko, Kamis (26/1).

Selain itu, Widiatmoko juga menyatakan bahwa polisi sebagai penegak hukum akan selalu menjaga keamanan agar tidak terjadi perpecahan di masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menjaga situasi Kamtibmas yang ada di NTB tetap kondusif.

“Kita harus saling menghargai perbedaan agar indonesia maju seperti pada zaman dahulu. Kita juga harus melindungi minoritas demi terciptanya indonesia yang maju,” lanjut Widiatmoko.

Terkait masalah keamanan, saat ini Bhabinkamtibmas terus memantau situasi dan kondisi di tengah masyarakat. Hingga saat ini masih ada pihak yang pro dan kontra dengan kedatangam Imam FPI tersebut.

Selain itu, Polda NTB juga telah menyipakan pasukan untuk menjaga keamanan saat acara berlangsung 29 Jauari 2017 mendatang.

“Bhabinkamtibmas, telah disiagakan untuk memantau situasi kamtibmas. Nanti Polres Loteng juga telah menyiapkan untuk pengamanan di sekitar lokasi acara, begitu juga dari Polda juga sudah menyiapkan,” tutur Widatmoko.

Pengamanan yang dimaksud ini adalah pengamanan untuk semua. Bukan hanya pada saat acara saja atau kepada yang pro pada acara Tabiligh Akbar ini, namun ini sudah menjadi tanggung jawab polisi dalam menjaga keutuhan NKRI.

“Kita bukanya Pro kesana, namun ini kewajiban Polisi dalam menjaga keutuhan NKRI. Kita bekerja sesuai SOP yang ada. Intinya kalau untuk Dakwah silahkan, namun kalau untuk memprovokasi, saya sendiri yang akan membubarkan,” tutup Widiatmoko.(mh)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat