Bulan Depan, 400 Personil Akan Terjun Bongkar 143 Bangunan di Trawangan

Pengusaha di Trawangan mulai bongkar bangunanya sendiri. Foto By: Ofik Taufik

kicknews.today Lombok Utara – Sekitar 400 personil yang terdiri dari Polisi, TNI, Sat Pol PP, dan pekerja bangunan. Akan terjun ke Gili Trawangan, guna merealisasikan penertiban bangunan yang termasuk kategori melanggar, (24/2) mendatang. Hal ini diungkapkan saat rapat koordinasi tentang penertiban tersebut oleh Pemkab Lombok Utara.

‘’Ini sebenarnya kan sudah lama, tetapi sekarang baru bisa diupayakan. Nanti itu ada kurang lebih 400 personil termasuk tukang yang membersihkan bangunan,” ujar Ketua Tim Penertiban, Hermanto saat ditemui usai rapat di Aula Bappeda KLU, Rabu (25/1).

Berdasarkan data yang dikumpulkan selama dua hari belakangan, diketahui terdapat 143 bangunan yang melanggar. Namun, 98 pengusaha diantaranya memastikan sudah siap untuk melakukan pembongkaran sendiri terhadap bangunan mereka.

‘’143 yang masuk dalam pendataan kemarin, ini yang akan ditertibkan oleh personil yang terdiri dari pihak-pihak keamanan tersebut. Tetapi sebagian ada yang menyatakan akan bongkar sendiri, ” katanya.

Kendati demikian, 98 pengusaha yang memiliki bangunan itu mengajukan syarat kepada Pemkab sebelum membongkar bangunannya sendiri. Syarat itu merujuk pada Hotel Vila Ombak yang notabene sebagai bangunan besar, membongkar terlebih dahulu bangunannya. Setelah  itu barulah mereka akan mengikuti secara bersamaan.

‘’Iya mereka ini nunggu Vila Ombak bongkar duluan, karena dia paling besar yang masuk dalam kategori melanggar. Kalau Vila Ombak sudah, maka otomatis mereka bongkar sendiri,” jelasnya.

Hermanto yang juga menjabat sebagai Asisten II Setda KLU ini, mengaku telah melayangkan surat kepada pengusaha hingga tiga kali terkait tengat waktu pembongkaran. Jika nantinya dalam batas yang ditentukan pengusaha masih belum melaksanakannya, maka personil bakal turun tangan.

‘’Sudah sampai tiga kali itu sampai tanggal 23 Februari nanti, kalau Vila Ombak mereka janji akan bongkar tanggal 20 Februari. Kalau sampai batas masih ada yang berdiri, maka tim yang akan bongkar paksa,” tegasnya.

‘’Penertiban tidak hanya Gili Trawangan saja, nanti Air dan Meno akan menyusul. Kita tidak bisa ujuk-ujuk langsung bongkar, ya harus ada sosialisasi dan pemberitahuan dulu pada pengusaha disana,” pungkasnya.(iko).

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat