Enam Distinasi Pariwisata di Bima Akan Dikebut, Ekonomi Nanti Bisa Ngebut

Bupati Bima Hj Indah Damayanti Putri saat paparkan rencana bangun NTB melalui pariwisata

 

kicknews.today Mataram – Nusa Tenggara Barat (NTB) memang dikenal kaya akan potensi destinasi pariwisata. Tidak hanya di Pulau Lombok saja, semua daerah memiliki destinasi andalan termasuk di Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa.

Tahun 2017 ini, Kabupaten yang dipimpin Hj. Indah Damayanti Putri itu bakal mengembangkan enam kawasan pariwisata, yang dinilai akan mampu mengangkat perekonomian masyarakatnya.

“Kami punya enam destinasi unggulan yang dianggap bisa datangkan pendapatan asli daerah dan tingkat perekonomian masyarakat. Tahun 2017 ini kami sudah siapkan beberapa rencana pengembangan,” ungkapnya pada acara rapat kerja pariwisata NTB, Selasa (24/01).

Ia memaparkan bahwa di tahun 2017, yang akan ditonjolkannya adalah nilai pariwisata dan budaya. Enam kawasan tersebut yakni, Bentang Tambora yang akan menonjolkan sanggar dan Tambora itu sendiri. Kawasan Madong Park, kawasan Metro Lawamori, kawasan Teluk Waworada, dengan pantainya yang indah. Kawasan Gunung Sangiyang Api dan kawasan salawa.

“Kami juga sudah sediakan paket wisata, pulau kecil dan Manggarae Barat, juga pantai Woja, yang menawarkan wisata diving. Pesanan bisa via website dan baru beroperasi 2 bulan,” katanya.

Dia menegaskan, dengan kesiapan dan tawaran paket wisata. Ke depan Ia tidak hanya berharap pada limpahan wisatwan dari Bali dan Lombok yang datang. Namun, juga yang berasal dari Pulau Komodo karena jaraknya yang sangat dekat.

Ia berharap kepada Pemerintah Provinsi, khususnya Dinas Pariwisata NTB dapat mendukung rencana tersebut. Bila memungkinkan, hingga membantu membangun komunikasi dengan pihak airlines, untuk mengaktifkan rute penerbangan Bima-Labuhan Bajo seperti sebelumnya. Dengan demikian, dijamin akan bisa meningkatkan kunjungan yang bermuara pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Indah mengaku, meskipun rencananya sudah matang. Namun masih ada beberapa kendala. Seperti, potensi yang belum dikelola maksimal, fasilitas pendukung yang belum memadai, promosi yang belum maksimal, masih rendahnya SDM, fiskal yang terbatas, serta faktor keamanan dan kenyamanan.

“Boleh kami bermimpi untuk menyamai Lombok, tapi optimis 3 tahun ke depan bisa menyaingi,” tegasnya optimis.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL Moh Faozal mengatakan. Akan terus mendukung dan mengembangkan destinasi pariwisata di beberapa daerah, seperti halnya di Kabupaten Bima yang memiliki banyak potensi.

“Itulah sebabnya digelar acara itu, untuk mendengar apa saja yang menjadi program Dinas Pariwisata Daerah untuk dikembangkan,” ujarnya.

Di satu sisi, PLH Asdep Markom Mancanegara pada Deputi Pengembangang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Diah Paham. Menyampaikan sangat mengapresiasi rencana Bupati Bima yang akan mengembangkan destinasi pariwisatanya. Karena, Kemenpar di tahun 2017 ini juga akan fokus pada tugasnya untuk menjual destinasi. Karena di tahun 2016 branding disebut sudah tembus ke mancanegara.

“Memang keamanan kita masih belum dijamin seperti yang disampaikan. Namun, itu menjadi tugas kita bersama,” pungkasnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat