Lho Kok Bangunan Pemkab KLU Ujuk-ujuk Dibongkar, Itu Kan Aset…

Bangunan yang termasuk aset Pemkab KLU telah rata dengan tanah

 

kicknews.today Lombok Utara – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Lombok Utara diduga lakukan pembongkaran bangunan, tanpa melalui mekanisme dan koordinasi yang tepat. Bangunan tersebut merupakan salah satu aset pemerintah daerah, yaitu bangunan tua yang berada di kantor penyuluh.

Karenanya, DPRD KLU pun menyayangkan hal ini, sebab terkesan ada perbedaan persepsi antara Dinas dan juga Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) KLU. Mengingat dalam aturan jika ingin menghapus aset, mesti dibentuk tim guna mengkaji nilai dari aset tersebut.

‘’Kita khawatir ini akan berdampak kepada persoalan yang lain, misalnya bantuan yang akan di ACC, tetapi ini baru akan. Namun sudah diambilkan barangnya, kan tidak bisa begitu,” ujar Ketua Komisi I DPRD KLU, Ardianto, Selasa (24/1).

Menurutnya, walaupun bangunan tersebut sudah tua dan tidak layak. Bukan berarti Dinas seenaknya membongkar aset tersebut. Seharusnya ada mekanisme untuk melakukan tahapan guna penghapusannya.

‘’Pasti itu ada nilainya, ada tim yang menghitung itu. Nantinya yang dijadikan dasar penghapusan dari sana. Sesudahnya entah dibongkar atau diapakan ya terserah,” katanya.

‘’Tentu kami akan panggil Kepala Dinas dan juga BPKAD, kita ingin tahu kejelasannya. Karena ini ada aturan yang sudah dilanggar,” pungkasnya.

Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Raden Nurjati mengatakan. Bangunan yang dirobohkan itu masih termasuk dalam kategori aset daerah. Pihaknya pun belum menindaklanjuti aset ini, kendati surat dari Dinas terkait sudah masuk.

‘’Belum terproses, kita baru turun untuk meninjau saja. Tim juga belum ada memang idealnya harus ada penghapusan dulu baru dirobohkan,” jelasnya.

Sebenarnya, BPKAD sudah mengimbau supaya menahan dulu pembongkaran bangunan tersebut. Pasalnya, dalam waktu dekat tim penilaian itu sedang disusun. Tapi tanpa alasan yang jelas justru langsung dieksekusi.

‘’Surat itu masuk sekitar seminggu yang lalu, kita minta tunggu dulu nggak tahu tiba-tiba kok langsung dieksekusi. Itu bangunan lama walapun begitu dalam hal penyusutan pasti ada harganya,” tandasnya.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat