Mau Bekerja di Gili Trawangan Sekarang Ada Kartunya

Salah seorang pekerja di Gili Trawangan (Foto: Anton Muhajir)

 

kicknews.today Lombok Utara – Di Gili Trawangan kini ada kartu bagi para pekerja baik asing maupun lokal, dan pekerja yang notabene berstatus freelance. Ya, langkah ini menjadi alternatif yang diambil pihak pengurus di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara mengingat banyaknya peredaran pekerja lokal maupun asing di pulau tersohor dunia ini.

Belum lagi, munculnya sejumlah kasus Tenaga Kerja Asing (TKA) illegal yang terjadi dibeberapa daerah bahkan di NTB sendiri yang membuat prosedur penerimaan pekerja di Gili Trawangan diperketat. Setidaknya itulah yang diungkapkan oleh Kepala Dusun Gili Trawangan, H. Lukman, Minggu (22/1).

‘’Kami sudah mulai berlakukan penggunaan kartu ini terhadap 4 ribu pekerja yang ada di Trawangan,” ujarnya.

Meskipun pada prosesnya, sampai sekarang ia pun belum menerima adanya laporan TKA illegal yang melakukan aktivitas di Trawangan. Namun hal ini tetap harus di antisipasi.

‘’Alhamdullilah sampai sekarang belum ada, karena setiap pengurusan izin kerja bagi tenaga kerja asing, kita selalu meminta dokumen-dokumen bahwa mereka masuk ke Indonesia dan beraktifitas sesuai dokumen terlampir,” jelasnya.

Kartu pekerja ini sendiri memiliki beberapa fungsi, misalnya seperti memudahkan koordinasi serta pengawasannya. Dan juga bagi pekerja yang memiliki kartu, pihak dusun bakal memberikan bantuan mediasi umpamanya terjadi persoalan antara pekerja dengan pihak perusahaan.

‘’Untuk memudahkan koordinasi, selain itu siapa yang memegang kartu ini kita akan berupaya memberikan mediasi ketika ada persoalan dengan tempat mereka bekerja,” bebernya.

Pihaknya cukup antusias dengan langkah tersebut, sebab diketahui ada sekitar 400 tempat usaha tergolong hotel, penginapan sejenis, restoran, instruktur dive, dan masih banyak lagi yang mempekerjakan kayawannya. Jika tidak diantisipasi, ke khawatiran justru timbul dikalangan pengusaha maupun pekerja sendiri. ‘

’Untuk mengatur orang yang sekian banyak maka kita cuatkan metode ini, apalagi khususnya untuk antisipasi pekerja asing. Kan sekarang lagi marak tu pekerja China masuk Lombok,” katanya.

‘’Yang belum kita harap segera lapor. Kadang yang freelance ini tidak ada penanggung jawabnya juga. Maka dari itu yang belum memiliki kartu kita siap menindak lanjuti,” pungkasnya.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat