Ini Alasan Pengusaha Belum Bongkar Sendiri Bangunannya yang Melanggar Aturan di Trawangan

Pengusaha yang hendak bongkar sendiri bangunanya

kicknews.today Lombok Utara – Pemkab Lombok Utara telah mensosialisasikan kepada seluruh pengusaha yang ada di Gili Trawangan, supaya membongkar sendiri bangunannya. Yaitu bangunan yang masuk dalam kategori melanggar, misalnya seperti yang berada di sempadan pantai. Hanya saja sampai saat ini, diketahui baru beberapa pengusaha saja yang melakukan aktivitas pembongkaran sendiri tersebut.

Kepala Desa Gili Indah, H. Taufik mengungkapkan bahwa, sejumlah pengusaha yang belum membongkar bangunnya sampai saat ini. Adalah lantaran menunggu rampungnya pengerjaan bangunan pengganti mereka.

‘’Mereka nunggu dulu bangunan yang di dalam jadi. Kalau sudah selesai baru mereka mau bongkar sendiri. Itu sudah ada empat,” ujarnya, Rabu (18/1).

Menurutnya, kalangan pengusaha sejatinya siap melakukan pembongkaran sendiri. Bahkan beberapa minggu kedepan, ada pengusaha yang mengaku siap melakukan instruksi dari Pemkab tersebut.

‘’Besok tanggal 2 Februari ada lagi, habis itu tanggal 20 Vila Ombak yang akan bongkar bangunannya,” jelasnya.

Pihaknya pun bukan tanpa upaya, selama ini Desa selalu mengimbau dengan melakukan pendekatan persuasif kepada pengusaha. Mengingat, jika pengusaha yang tidak mau membongkar bangunan sendiri. Maka dengan terpaksa Pemkab Lombok Utara yang akan melakukannya.

‘’Kita terus upayakan melakukan pendekatan biar sebelum batas, sudah banyak yang bongkar bangunan mereka,” katanya.

Berdasarkan data dari Desa Gili Indah. Total bangunan yang melanggar aturan, tercatat sebanyak 146. Saat ini diketahui baru tiga pengusaha yang telah melakukan pembongkaran tersebut.

‘’Sekarang baru ada tiga, termasuk Sama-Sama Bar dan Pandawa. Pemkab menentukan batas hingga 23 Februari. Kalau hotel-hotel besar sudah mulai (Bongkar bangunan) maka otomatis yang kecil-kecil ini ngikut,” tandasnya.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat