in

Duh… Banyak yang Masih Gunakan Racun Untuk Tangkap Ikan di Teluk Medana KLU

Barang bukti yang dibawa anggota Pokmaswas
Barang bukti yang dibawa anggota Pokmaswas

 

kicknews.today Lombok Utara – Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan Pariwisata Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Mendapati sejumlah orang yang kerap menangkap ikan menggunakan akar tuba atau racun. Mengetahui kejadian ini, pihaknya langsung mengamankan orang-orang tersebut untuk dibawa ke kantor desa.

‘’Kejadiannya Sabtu (14/1), sekitar pukul 05.17 Wita, mereka ada yang pakai tombak dan juga akar tuba untuk meracuni ikan,” ujar salah seorang anggota Pokmaswas Desa Medana, Budi, Senin (16/1).

Mereka melakukan aksi tersebut di perairan Teluk Medana, tepatnya di depan Hotel Lombok Lodge dan Oberoi Hotel yang masih berdekatan dengan makam Medana. Padahal, jika mengacu pada UU nomor 45 tahun 2009, perubahan atas UU nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan, hal ini sudah jelas dilarang.

‘’Mereka yang pakai racun ada beberapa, pengakuannya mereka merupakan warga Desa Sokong, Teniga, dan Medana sendiri,” jelasnya.

‘’Dalam aturan kan sudah jelas, bunyinya dilarang menangkap ikan menggunakan bom, potasium, tuba, muaromi dan segala cara yang dapat merusak habitat ikan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Medana, Jaswadi Subianto membenarkan kejadian ini. Pihaknya mengaku, meskipun masyarakat menangkap ikan menggunakan bahan yang dalam kategori dilarang, mereka tidak ditangkap dan hanya diberikan pembinaan saja.

‘’Memang disana sudah biasa ketika air surut warga datang mencari ikan. Meraka ada yang bawa tombak, jaring, sampai tuba itu. Ini sifatnya temporer,” katanya.

Dalam kasus ini pun pihak Pemprov NTB sudah turun tangan dan meninjau langsung. Lantaran ketidaktahuan dari warga, desa dan pihak pemprov pun memaklumi. Kendati kedepannya, akan dilakukan sosialisasi sampai pemasangan pamplet perihal aturan penangkapan ikan di laut.

‘’Kedepan kita sampaikan imbauan supaya tidak pakai tuba lagi. Kami tidak melakukan upaya hukum karena murni masyarakat belum tahu, apalagi tidak semuanya menggunakan racun tersebut untuk menangkap ikan,” pungkasnya.(iko)