Kangkung, Komoditi Khas Kota Mataram Akhirnya Terselamatkan

Kadis Pertanian Kota Mataram H. Mutawalli bersama Dirut Mataram Hydromart H. Novian Rosmana dan Dir Produksi H. Masbuhin saat akan panen kangkung hydroponic

 

kicknews.today Mataram – Kelanjutan dari keberadaan kangkung sebagai salah satu ciri khas Kota Mataram, kini sudah tak perlu menjadi kekhawatiran lagi. Tergerusnya lahan persawaha akibat pesatnya pembanguanan dan kurang terjaminnya higenitas lokasi penanaman kangkung, sudah tidak menjadi masalah. Setelah suksesnya Mataram Hydromart membudidayakan kangkung dengan pola bertani modern yang mereka kembangkan.

Dirut Mataram Hydromart, H. Novian Rosmana menceritakan bahwa pola bertani modern ini telah dijalankan selama dua tahun terkahir. Selain bisa menjadi bisnis yang sangat menjanjikan, pola yang mereka terapkan ini juga diharap bisa memberi inspirasi bagi masyarakat perkotaan. Untuk mau mulai kreatif dalam pemanfaatan lahan dan pemenuhan kebutuhan keluarganya.

“Tujuan kami juga mau memberi contoh, bahwa bertani bisa dilakukan di lahan terbatas di perkotaan. Hasilnya juga menjanjikan, minimal bisa memenuhi kebutuhan sayur untuk keluarga sendiri jika mau memanfaatkan pekarangan rumah sendiri,” Ungkap Dirut Mataram Hydromart H. Novian Rosmana, Senin, (16/1).

Direktur Produksi Mataram Hydromart, H. Masbuhin menjelaskan. Teknis pertanian modern ini bukan hanya untuk kangkung saja, banyak jenis sayuran yang bisa ditanam dengan cara ini. Dalam ukuran lahan dan teknis tertentu, kegiatan kreatif ini bisa membawa hasil ekonomi yang menggiurkan.

“Kami akan sangat terbuka jika ada masyarakat yang ingin belajar, bahkan kami akan fasilitasi pemasaran dari hasil pertanian modernnya, jika hasil produksinya cukup memadai,” Kata H. Masbuhin.

Melihat hal ini, Kadis Pertanian Kota Mataram H. Mutawalli menyatakan akan memberikan dukungan untuk trobosan pertanian modern ini, terutama untuk memberikan stimulasi dan dukungan bagi kelompok tani atau kelompok masyarakat yang mau mengikuti jejak Mataram Hydromart ini.

“Pola pertanian di kota memang harus beda dengan desa. Karena kondisi perkembangan pembangunan, maka pola hydroponic, aquaphonic, vertical gardening, dan sejenisnya inilah yang pas. Jangan sampai komoditas asli kita, kangkung nantinya hilang dari peredaran,” ungkap H. Mutawalli saat ditemui kicknews.today di salah satu lahan pertanian modern Mataram Hydromart, di wilayah Lombok Barat.

“Yang pasti kami dari Pemerintah Kota Mataram pasti akan mendukung penuh. Terutama bagi kelompok masyarakat atau kelompok tani yang berkeinginan kuat bertani modern seperti ini. Kami akan fasilitasi pendampingan hingga bantuan sarana dan prasaranya,” Tambah Mutawalli. (hl)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat