Tiga Dusun di KLU Tak Pernah Terpengaruh Kenaikan Tarif Listrik PLN, Ini Penyebabnya

Ilustrasi Tarif Listrik

 

kicknews.today Lombok Utara – Malang sekali nasib ratusan keluarga di tiga Dusun yang berada di Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Sebab, disaat tarif listrik diputuskan naik oleh PLN per Januari 2017 ini, tiga dusun tersebut justru sampai sekarang masih kekurangan listrik. Parahnya, mereka-pun belum pernah merasakan listrik yang disalurkan oleh PLN.

Tiga dusun ini yaitu, Torean, Tanjung Biru, dan Lendang Lokokri. Salah seorang warga Dusun Torean, Mahyudin mengaku untuk mensiasati persoalan kelistrikan mereka terpaksa menggunakan jasa aliran listrik oleh PLTA yang ada di Desa Bayan.

‘’Disini (tiga dusun) mungkin ada sekitar 400 KK, tetapi tidak semuanya menggunakan jasa listrik PLTA yang dikelola secara swadaya. Karena PLN pun sampai sekarang belum pernah mengalirkan listrik ke dusun kami,” ujarnya kepada kicknews.today, Minggu (15/1).

Menurutnya, warga tidak semuanya puas dengan distribusi listrik oleh PLTA. Hal ini lantaran ketika musim hujan, listrik bisa dinikmati dengan aman. Namun sebaliknya ketika musim kemarau atau saat musim tanam petani, wargapun merasa jengah karena listrik tidak bisa menyala optimal.

‘’Listriknya tergantung, kadang nyala kadang enggak, karena kalau musim kemarau hampir tidak menyala. Apalagi tidak semua warga yang mau menggunakan PLTA,” jelasnya.

‘’Biasanya tetangga yang tidak ada listrik kita aliri. Yah namanya juga tetangga, saling berbagi lah,” sambungnya.

Kendala lain yang dialaminya, yaitu merujuk pada sistim pembayaran PLTA tersebut. Ia mengaku setiap bulan per KK diwajibkan membayar sekitar Rp 70 ribu. Meskipun dalam prosesnya setiap satu kilometer listrik yang teraliri hanya mampu menampung 3 hingga 4 rumah.

‘’Kadang Rp 60 sampai Rp 70 ribu. Ini juga yang kita belum paham karena tidak ada acuan yang pasti. Sebelum ada PLTA kami hampir tidak pernah merasakan listrik, semenjak beberapa tahun kemarin warga sudah ada juga yang menggunakan genset,” katanya.

Pihaknya berharap, supaya PLN maupun Pemkab Lombok Utara untuk memperhatikan kondisi kelistrikan di tiga dusun tersebut. Apalagi KLU dianggap sebagai kabupaten dengan perkembangan investasi yang bagus.

‘’Kadang miris denger ribut-ribut soal tarif listrik, padahal kami sendiri belum tersalurkan listrik PLN lho. Lucu kalau di KLU ternyata belum ada listrik,” tutup Mahyudin.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat