Enam Calon TKW Asal Lombok Timur Diamankan di Jawa Tengah, Ini Daftar Namanya

Ilustrasi TKI

kicknews.today Mataram – Enam Calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Lombok Timur Nusa Tenggara Barat diamankan di Mapolda Jawa Tengah karena diduga akan dikirim secara ilegal. Pengiriman ilegal ini digagalkan oleh tim dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) dan Balai Pengawasan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI), pada Kamis malam pukul 22.00 WIB.

Mereka mengaku akan diperkerjakan di Singapura selaku asisten rumah tangga dengan iming-iming gaji sebesar Rp. 5 Juta perbulan. Keenam warga NTB itu adalah, Endang Susilawati, asal Pringgasila. Sabariyah, alamat Selong Lombok Timur. Trisnawati asal Torige Jurang, Selong Lombok Timur. Mutmainnah asal Pringgasila. Haeriyah asal Suela Lombok Timur dan Husnaini asal Pedalaman Masbagik Lombok Timur.

“Mereka masih proses dimintai keterangan di Polda Jateng bersama BNP2TKI dan BP3TKI. Termasuk pemilik penampungan atas nama Alan Hermawan,” ungkap Kepala Balai Pengawasan Penempatan dan Perlindungan TKI, Provinsi NTB, H. Muharor Ashadi, Jumat (13/12).

Mereka diamankan bersama 12 Perempuan lainnya dari berbagai daerah, disebuah penampungan di wilayah Karanganyar. Tepatnya di depan SPBU Dupang Karanganyar, Jawa Tengah. Mereka diduga tertipu oleh ulah penyalur tenaga kerja ilegal, dengan janji janji manisnya.

Penggerabakan itu bermula dari adanya aktifitas mencurigakan di lokasi tersebut yang terpantau. Setelahnya, Dirpamwas BNP2TKI melakukan pendalaman dan penggerabakan yang akhirnya berhasil menemukan 12 perempuan tersebut.

“Hasil introgasi, sebenarnya ada 20 orang dari berbagai daerah. Delapan diantaranya sudah diberangkatkan, 12 ini sisa dan enam orang asal Lombok Timur. Saat ini sedang ditangani Polda Jateng,” paparnya.

Disebutkannya, enam orang asal Lombok Timur tersebut di kirim oleh salah seorang Oknum PL berinisial SK asal Lombok Barat. Saat ini BP3TKI sudah berkoordinasi dengan Polda NTB, untuk mencari tahu keberadaan oknum PL tersebut.

Enam orang tersebut, rencananya akan dipulangkan setelah selesai pengambilan keterangan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk proses pemulangannya.

Mereka sudah berada di rumah penampungan sejak 5 hari terakhir. Khusus untuk yang berasal dari Lombok, mereka tiba di penampungan tanggal 6 Januari 2017. Namun kesaksian dari mereka, pihak penyalur memperlakukan mereka dengan baik. Selain itu, mereka diberi pengetahuan Bahasa Inggris secara terbatas.

“Padahal izin perusahaan penyalur yang merekrut mereka telah dicabut sejak tahun 2013. Ada dugaan pelanggaran UU No. 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI juga sedang didalami kemungkinan unsur perdagangan manusia,” pungkasnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat