Bima Kembali Terendam Banjir Susulan, Warga Mengungsi ke Masjid

Banjar di Bima

kicknews.today Mataram, – Warga Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, kembali mengungsi ke tempat yang lebih aman, salah satunya masjid, akibat banjir susulan yang melanda wilayah itu, Jumat (13/1) sekitar pukul 17.00 WITA.

“Tidak ada korban jiwa akibat banjir susulan tersebut, namun sebagian warga sudah mulai mengungsi ke masjid karena khawatir air membesar,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Mohammad Rum, ketika dihubungi di Mataram, Jumat (13/1).

Ia menjelaskan banjir susulan tersebut disebabkan hujan deras di wilayah Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, sehingga menyebabkan meluapnya sungai Padolo.

Luapan air sungai menggenangi pemukiman penduduk, terutama di sepanjang aliran sungai, yakni di Kelurahan Dara, Paruga, Rontu, dan Kelurahan Penaraga.

“Rata-rata ketinggian air sekitar 50 centimeter. Namun, malam ini dilaporkan sudah agak surut karena hujan di daerah hulu sudah reda,” ujar Mohammad Rum.

BPBD, kata dia sebelumnya sudah mengeluarkan imbauan atau peringatan dini kepada warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai Padolo.

Peringatan dini tersebut didasarkan pada pantauan curah hujan di Kecamatan Wawo, Lambitu, dan Lampe, Kabupaten Bima, yang berpotensi menyebabkan air sungai mengalami kenaikan volume secara signifikan pada pukul 16.30 WITA.

Tim Penanggulangan Bencana di Bima, lanjut Mohammad Rum juga sudah membunyikan alarm “waspada” di Markas Babuju Care Center (BBC).

“Seluruh relawan kemanusiaan diminta siaga di markas dan terus memonitor kondisi cuaca di Kecamatan Wawo, Sape dan sekitarnya,” ucapnya pula.

Sementara itu, Humas Badan “Searc and Rescue” Nasional (Basarnas) Kantor SAR Mataram Putu Cakra Ningrat, mengatakan pihaknya ikut membantu proses evakuasi warga Kota Bima yang rumahnya tergenang ke tempat yang lebih aman.

“Hingga malam ini tim masih siaga di lapangan, meskipun air dilaporkan sudah surut,” katanya.

Kota Bima dan empat kecamatan di Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa, NTB diterjang banjir bandang pada 21 Desember 2016.

Banjir bandang susulan setinggi 1 hingga 3 meter kembali terjadi di Kota Bima, pada 23 Desember 2016.

Banjir susulan kembali terjadi di Kota Bima dan Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, pada 2 Januari 2017. Sejumlah kelurahan dan desa terendam air hingga lutut orang dewasa.

Menurut data BPBD NTB, ribuan rumah yang tersebar di lima kecamatan di Kota Bima terendam air setinggi 1 hingga 3 meter.

Sebanyak 105.758 jiwa penduduk di kota itu terkena dampak banjir bandang tersebut.

Nilai kerugian akibat banjir tersebut diperkirakan lebih dari Rp900 miliar karena terjadi kerusakan infrastruktur jalan, jembatan, telekomunikasi, listrik, fasilitas umum, lahan pertanian dan usaha rakyat. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat