Lelang Jabatan Eselon II Pemkot Mataram Terbuka Untuk Umum

H. Effendi Eko Saswito – Sekda Kota Mataram

 

kicknews.today Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah membuka pendaftaran lelang jabatan eselon II selama 14 hari kerja.

“Jadi pendaftaran pejabat untuk menduduki 10 jabatan eselon dua telah kita buka Kamis (12/1), selama 14 hari kerja secara terbuka dan terbuka untuk umum,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Effendi Eko Saswito di Mataram, Jumat (13/1).

Pengumuman pembukaan pendaftaran calon pejabat eselon II itu telah diumumkan secara terbuka baik melalui “website” maupun media cetak dan elektronik.

Total jabatan yang dilelang sebanyak 10, terdiri atas 8 jabatan pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), dan dua jabatan staf ahli.

Sekda mengatakan, kegiataan lelang jabatan eselon II ini sepenuhnya dilaksanakan oleh panitia seleksi (pansel) yang telah dibentuk.

Dia mengakui, lima dari anggota pansel merupakan unsur Pemerintah Kota Mataram yakni Sekda dan Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang.

“Insya Allah, pansel tidak akan terpengaruh dengan isu-isu yang berkembang, kita menjamin proses lelang jabatan berjalan transparan,” katanya.

Dikatakannya, kegiatan lelang jabatan yang dilaksanakan secara terbuka ini membuka peluang bagi pejabat eselon III baik yang berada di Mataram maupun luar kota yang ingin menjadi pejabat eselon II di Pemerintah Kota Mataram.

Prinsipnya, pejabat yang memenuhi syarat bisa ikut mendaftar, salah satu syaratnya adalah pejabat yang sudah menduduki jabatan eselon III A atau III B.

“Pansel bertugas untuk menilai siapa dari pejabat yang mendaftar tersebut layak untuk direkomendasikan menduduki jabatan,” katanya.

Menyinggung masalah jumlah pendaftar hingga hari ini, Sekda, belum mengetahui tapi ada beberapa pejabat yang sudah mengambil formulir pendaftaran.

Sementara terkait dengan izin terhadap pejabat eselon III yang berada di Setda Kota Mataram, hingga saat ini belum ada yang datang kepadanya untuk meminta izin atau rekomendasi.

“Memang, sesuai ketentuan pejabat eselon III yang ingin mendaftar harus mendapat rekomenadasi dari pimpinannya, sedangkan yang di Setda rekomendasi dari Sekda,” ujarnya.

Tapi, lanjutnya, selama pejabat itu memenuhi syarat untuk mendaftar, dirinya tidak akan menghalagi pejabat tersebut. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat