Hujan di Sebagian NTB Hilang, Cuaca Gerah Terasa, Ini Penjelasan Ahli

Gambaran cuaca NTB

kicknews.today Mataram – Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Lombok, memaparkan hasil analisis tentang berkurangnya frekuensi hujan di wilayah NTB sejak awal bulan Januari. Sebagian besar wilayah NTB mengalami pengurangan frekuensi hujan.

Berdasarkan analisis dinamika atmoster, berkurangnya frekuensi hujan tersebut dikarenakan beberapa faktor.Diantaranya, anomali suhu muka laut selama dasarian bulan Januari di sekitar perairan wilayah NTB, bernilai -0,5 sampai dengan -1. Hal itu berdampak pada pasokan uap air sebagai salah satu unsur pembentukan awan hujan juga menjadi berkurang.

“Hal ini akan membuat kondisi panas ,memang pada bulan ini Matahari sedang berada di wilayah selatan khatulistiwa. Sehingga, suhu cenderung panas. Namun, normalnya suhu panas ini tertutup dengan adanya hujan,” ungkap Kasi OBS dan Informasi Stamet BIL, Devi Ardiyansyah, Jumat (13/01).

Dikatakan juga bahwa faktor lainnya adalah, pola angin gradient menunjukkan bahwa angin baratan di sekitar wilayah NTB menunjukan pola linear. Tidak ada pola belokan/shearline atau pertemuan angin/konvergensi, sehingga di wilayah NTB cuaca umumnya cenderung cerah hingga berawan.

Kemudian, terdapat beberapa tekanan rendah di wilayah utara yang menghambat masuknya uap air sampai ke wilayah NTB, sehingga juga mengurangi potensi terjadinya hujan. Dari pantauan radar cuaca stasiun Meteorologi BIL, terlihat hujan masih sering terjadi terutama di wilayah Lombok bagian utara dan timur serta Sumbawa bagian Barat. Hal ini disebabkan oleh faktor lokal yakni konvektif yang bersifat dominan .

“Potensi cuaca kedepan, cuaca umumnya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah NTB,” katanya.

Dia mengaku, masih memantau kondisi kedepan apakah akan ada perubahan atau tidak. Dari pantauan terakhir, telah mulai tumbuh pusat tekanan rendah di selatan Jawa Tengah yang dapat mempengaruhi kondisi cuaca di NTB. Bila ada pergerakan ke wilayah NTB, maka berpotensi hujan kuat. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat