BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Tidak Melanggar, Imigrasi Mataram Bebaskan WNA Tiongkok Beraktifitas di Laut Lotim

Pelaksana Harian Imigrasi Mataram, Rahmat Gunawan

 

kicknews.today Mataram – Petugas Imigrasi Mataram telah melakukan pemeriksaan terhadap 12 Warga Negara Asing asal Tiongkok yang melakukan aktifitas di Pelabuhan Labuhan Haji, Lombok Timur mengeruk pasir untuk pembangunan Dermaga tersebut. Hasil pemeriksaan diniali belum memberatkan atas keberadaan mereka sehingga Imiggrasi Mataram membebaskan WNA Tiongkok tersebut beraktifitas di Laut Lombok Timur.

“Kami belum menemukan bukti cukup terhadap keberadaan warga Tiongkok itu seperti yang diadukan bahwa penyalahgunaan izin keimigrasian, setelah melakukan pemeriksaan,” ungkap Pelaksana Harian Kantor Imigrasi Mataram, Rahmat Gunawan, Rabu (11/01).

Dikatakannya, para WNA Tiongkok itu memang memiliki izin KITAS perairan untuk melakukan aktifitas diatas kapal saja. Artinya, tidak boleh beraktifitas di darat. Kalau sampai itu terjadi baru bisa disebut melanggar Undang-undang keimigrasian. Disinggung ada informasi bahwa WNA itu beraktifitas melakukan pemasangan pipa untuk menyedot pasir perdalam Dermaga, dibantah oleh Kepala Seksi Status Keimgrasian.

“Kita sudah periksa mereka semua,” kilahnya.

Kendati tidak melanggar Undang-Undang Keimigrasian, paspor mereka masih ditahan di imigrasi, karena masih menunggu hasil resume pendapat dan keputusan berita acara pengembalian. Tidak hanya itu, tim pengawasan orang asing juga tetap mengawasi crew kapal atau warga Tiongkok dalam beraktifitas. Apabila dikemudian hari ada pelanggaran maka akan ditindalanjuti.

“Kami kerja tidak sampai disini, pengawasan tetap dilakukan. Nah, dikala itu mereka melanggar ya jelas ditindak tegas,” ucap Rahmat.

Dia mengaku, 12 WNA itu memiliki KITAS jelas dan bunyinya Perairan berlaku selama 6 bulan, dan bisa diperpanjang, dikeluarkan pihak Keimgrasian berdasarkan syarat yang sudah ditentukan.

Dipaparkan Rahmat, mereka datang ke Indonesia khusunya Lombok, mendarat di Bandara Soekarno-Hatta tanggal 16 Novmber 2015 dan ada tanggal 26 November menggunakan fasilitas Visa Kunjungan Singkat dalam rangka bergabung dengan Kapal.

“Tugas imigrasi awasi WNA di indonesia dan KITAS Perairan diterbitkan imigrasi Mataram,” cetusnya.

Rahmat mengaku, tidak ada niat memperlambat pembangunan Pelabuhan Labuhan Haji itu dengan memeriksa 12 orang tersebut. Malah, imigrasi sangat mendukung progam pemerintah tanpa mengabaikan Undang-undang keimigrasian. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

WNA Ilegal Lihat Hebatnya Peluang Bisnis di Lombok, Kita Harusnya Tak Boleh Kalah

  kicknews.todaya Mataram – Dua Warga Negara Asing (WNA) asal China Zun Ming dan Zang ...