BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Tiga Tahapan Cara Mendidik Anak

ilustrasi

 

kicknews.today Mataram – Di dunia ini hampir semua orangtua ingin memiliki anak cerdas, membanggakan, sholeh dan sholehah, sekaligus menjadi simbol keluarga. Namun, terkadang keinginan dan upaya yang dilakukan seringkali belum selaras. Orangtua lebih mengandalkan guru ataupun tempat les untuk mencerdaskan anak-anaknya. Padahal kunci utama untuk memiliki anak yang berperilaku baik justru tempatnya di rumah, ketika bersama orang tua.

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar,” (QS. An-Nisa’ : 9).

Oleh karena itu, orangtua perlu mengetahui bagaimana tahapan mendidik anak. Berikut tiga tahapan cara mendidik anak sebagaimana dilansir oleh satumedia.com, yang Insya Allah dapat menjadikan anak berperilaku baik dan benar, baik secara intelektual maupun emosional.

Pertama: Mendidik anak usia 0 hingga 6 tahun – Perlakukan anak sebagai raja; Anak usia 0-6 tahun merupakan usia emas atau golden age. Rasulullah SAW menganjurkan untuk senantiasa berlemah lembut terhadap anak yang masih berusia 0 hingga 6 tahun. Memanjakan, memberikan kasih sayang, merawat dengan baik dan membangun kedekatan dengan anak merupakan pola mendidik yang baik.

Zona merah: Jangan marah-marah. Jangan banyak larangan, jangan rusak jaringan otak anak, pahami bahwa anak masih kecil dan yang berkembang adalah otak kanannya.

Kedua: Mendidik anak usia 7 hingga 14 tahun – Perlakukan anak sebagai tawanan perang/pembantu; “Perintahkan anak-anakmu untuk shalat saat mereka telah berusia 7 tahun, dan pukullah mereka jika meninggalkannya ketika mereka berusia 10 tahun, dan pisahkanlah tempat tidur mereka,” (HR. Abu Dawud).

Perkenalkanlah anak dengan tanggung jawab dan kedisiplinan pada usia ini. Kita bisa melatihnya mulai dari memisahkan tempat tidurnya dan mendirikan shalat lima waktu.

Zona kuning: Zona hati-hati dan waspada. Latih anak mandiri mengurus dirinya sendiri. Misalnya cuci piring, cuci baju dan menyetrika. Pelajaran mandiri ini akan bermanfaat banyak di masa depannya, untuk kecerdasan emosionalnya.

Ketiga: Mendidik anak usia 15 hingga 21 tahun – Perlakukan anak seperti sahabat; Anak pada usia ini adalah usia dimana anak akan cenderung memberontak. Oleh karena itu dibutuhkan pendekatan yang baik kepada anak. Fungsinya adalah agar kita bisa meluruskan anak ketika anak berbuat kesalahan, karena kita dekat dengan anak.

Zona hijau: Anak sudah bisa dilepas mandiri dan menjadi duta keluarga. [mta]

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Rutin Lakukan Seks Selama Dua Minggu, Ini Yang Terjadi Pada Tubuh Kita

kicknews.today Mataram – Aktivitas seksual memang menjadi kebutuhan untuk setiap pasangan suami istri (Pasutri). Selain ...