Jadilah yang Pertama Tau

PGRI NTB Dukung Pungutan di SMPN 6 Mataram

Ketua PGRI NTB H. Al Rahim

 

kicknews.today Mataram – Persatuan Guru Republik Indonesia Nusa Tenggara Barat meminta pihak SMPN 6 Kota Mataram mempublikasikan penggunaan pungutan sebesar Rp 300.000 per-siswa untuk keperluan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Publikasi secara transparan semua uang yang terkumpul dari siswa,” kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB H Ali Rahim di Mataram, Selasa (10/1).

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB mendukung kebijakan SMPN 6 Mataram yang memungut dana dari siswa untuk keperluan pelaksanaan UNBK.

Apalagi pungutan tersebut merupakan kesepakatan dengan para orang tua siswa yang tergabung dalam Komite SMPN 6 Mataram.

“Memajukan dunia pendidikan tidak saja tanggung jawab pemerintah, tapi harus ada peran orang tua siswa dan masyarakat,” ujarnya.

Ali Rahim juga menyarankan agar pihak SMPN 6 Mataram membeli komputer dengan uang pungutan dari siswa melalui proses pengadaan barang secara resmi.

Bila perlu, libatkan komite dan lembaga swadaya masyarakat untuk melakukan pengawasan.

“PGRI sangat mendukung pemberantasan pungli di lingkungan sekolah, tapi harus ada pemilahan,” katanya.

Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar Provinsi NTB melakukan penggeledahan di SMPN 6 Kota Mataram, pada Senin (9/1) karena diduga terjadi praktik pungutan liar (pungli) terhadap para siswa dengan dalih untuk biaya UNBK. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat