BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Pelaku Pencabulan Anak di Mataram Divonis Lima Tahun Penjara

ilustrasi pencabulan

kicknews.today Mataram, – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Mataram, Nusa Tenggara Barat, memberikan vonis lima tahun penjara kepada Albertus Agnus Moa Nurak karena terbukti bersalah melakukan pencabulan terhadap anak.

“Vonisnya lima tahun penjara dengan denda Rp. 60 juta. Apabila yang bersangkutan tidak bisa membayar denda, maka digantikan dengan pidana kurungan selama tiga bulan,” kata Juru bicara Pengadilan Negeri Kelas IA Mataram Didiek Jatmiko kepada wartawan, Selasa (10/1).

Persidangan dengan agenda pembacaan vonis hukuman itu, digelar secara tertutup oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Mataram, pada Senin (9/1) siang.

Albertus Agnus Moa Nurak alias Berry telah dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 76F Juncto Pasal 82 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35/2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

“Dalam dakwaannya, yang bersangkutan dituding sebagai mucikari, tetapi dalam fakta persidangannya berbeda. Melainkan adanya fakta perbuatan pencabulan terhadap anak secara berlanjut,” ujarnya.

Diketahui bahwa putusan majelis hakim lebih rendah dibandingkan dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya memberikan delapan tahun penjara dengan denda Rp100 juta subsidair enam bulan kurungan.

Terkait dengan hal tersebut, Didiek menjelaskan bahwa ada sejumlah pertimbangan majelis hakim sehingga memutuskan vonis hukumannya lebih rendah dibandingkan tuntutannya.

“Salah satu pertimbangan putusan yang meringankannya, yang bersangkutan belum pernah di hukum sehingga dapat memungkinkan untuk dibina kembali, diperbaiki lagi baik psikologisnya maupun perbuatannya,” kata Didiek. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Telusuri Jumlah Korban, Polisi Periksa Alat Elektronik Bule Pedofil

  kicknews.today Mataram – Polisi terus melakukan pengembangan terhadap kasus dugaan pencabulan anak di bawah ...