in

Ngaku 2 Tahun Cari Ibunya di Lombok, Wanita Tanpa Identitas Diamankan Polisi

Wanita Tanpa Identitas

 

AL (21), wanita tanpa identitas yang diamankan Polsek Cakranegara

 

kicknews.today Mataram – seorang wanita berinisial AL (21) diamankan karena dicurigai anggota Polsek Cakra akibat tak bisa menunjukkan identitas yang jelas. Wanita yang mengaku berasal dari Sulawesi ini awalnya diamankan oleh Babinkamtibmas dan kelurahan Abian Tubuh, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Minggu (8/1).

Selain tidak memiliki identitas, Ia juga dicurigai berprofesi sebagai wanita penghibur. Dari pengakuannya AL datang ke Lombok untuk mencari orang tuanya yang tinggal Lombok Tengah.

“Saya ke sini untuk mencari orang tua saya. Saya berpisah sama mama saya 10 tahun yang lalu. saya di Lombok sudah dua tahun, tujuan saya mencari mamah saya. Namun karena Lombok luas, sampai sekarang saya belum menemukan mamah saya,” ungkap AL, saat ditemui di Mapolsek Cakranegara Senin (9/1).

AL, menceritakan bahwa pada saat ia diamankan, ia sedang berada di dalam kost dan mengaku tidak tahu bahwa tempat tersebut sering digunakan sebagai tempat perbuatan asusila dan tempat minum minuman keras.

“Saya tidak tahu kalau itu tempat yang sering dipakai untuk minum-minum. Saya diajak sama teman saya. Sebelumnya saya tidak pernah ke sana,” lanjut wanita asal Sulawesi ini.

Ia mengaku selama tinggal di Lombok, Ia bekerja di salon yang ada di Pagesangan. Namun saat ini ia tidak bekerja lagi. Sedangkan untuk biaya hidup selama tinggal di Lombok, AL ditanggung oleh pacarnya.

“Biaya hidup saya ditanggung sama pacar saya mas, biaya kos juga dibayarin dia,” kata AL.

Menurut keterangan Kanit Reskrim Polsek Cakranegara Iptu Gede Lanang Mahardika, saat diamankan wanita tanpa identitas ini sedang berada di sebuah kos-kosan yang dicurigai sebagai tempat yang sering digunakan untuk berbuat tindakan asusila.

“Saat diamankan wanita ini tidak bisa menunjukkan identitasnya, itu artinya dia sudah melanggar undang-undang kependudukan, jadi sementara ini kami amankan dulu,” ungkap Gede Lanang Mahardika. (mh)