in

Pria Ini Jadi Bulan-Bulanan Warga Usai Gagal Jambret HP di Lombok Tengah

EP tergeletak setelah menjadi bulan-bulanan warga lantaran mencoba jambret HP
EP tergeletak setelah menjadi bulan-bulanan warga lantaran mencoba jambret HP

 

kicknews.today Lombok Tengah – Main hakim sendiri merupakan perbuatan yang tidak terpuji, sebab segala tindak kriminal harus diseleseikan secara hukum dan dalam hal ini ada aparat Kepolisian yang mengatur tanggung jawab tersebut.

Namun, lain halnya dengan warga Kampung Serengat Utara, Keluruhan Prapen, Kecamatan Praya, Lombok Tengah. Mereka yang terlanjur tersulut emosi justru memilih menghakimi terduga pelaku jambret berinisial EP (28) hingga babak belur.

“Tidak ada yang membenarkan prilaku main hakim sendiri, selain melanggar HAM keterangan dari pelaku sangat berharga. Karena tanpa itu proses hukum tidak bisa berjalan,” ujar Kasat Sabhara Polres Loteng, Iptu Antonius Dopo, usai mengevakuasi pelaku dari amukan warga, Sabtu (7/1).

EP warga asal Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur ini melakukan aksi jambret HP terhadap seorang pelajar yang saat itu berada di pinggir jalan menunggu kedatangan temannya. Naas bagi EP, aksinya berhasil digagalkan warga dan ia pun harus menerima amarah warga.

“Kejadiannya tadi petang. Saat kita temukan pelaku sudah dalam kondisi lemas dan bercucuran darah, untungnya kami berhasil mengevakuasi terduga pelaku dari kepungan warga,” jelasnya.

“Tentu kami menyayangkan kejadian seperti ini,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Arjuna Wijaya mengatakan, berdasarkan keterangan terduga pelaku ia tidak beraksi sendirian. Melainkan dibantu oleh salah seorang temannya berinisial AZ (16) yang diketahui masih duduk di bangku SMK di Kecamatan Janapria.

“Kami akan mengupayakan penangkapan terduga pelaku yang masih kabur. Dia masih pelajar, sebenarnya semua ini tidak lepas dari peranan orang tua,” katanya.

Dalam kejadian tersebut, polisi setidaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Honda Vario warna hitam yang digunakan para terduga pelaku, serta dua buah belati. Saat ini polisi masih mendalami kasus ini dan sesegera mungkin menangkap pelaku lain.(iko).