BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

NTB ALOKASIKAN RP. 1,3 TRILIUN UNTUK PENGENTASAN KEMISKINAN

Amin Wagub

kicknews.today Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun untuk mengentaskan kemiskinan pada tahun 2017.

“Sesuai target kita ingin menurunkan angka kemiskinan menjadi dua persen,” kata Wakil Gubernur NTB H. Muhammad Amin di Mataram, Kamis (5/1).

Amin menjelaskan, dalam upaya menurunkan angka kemiskinan, pemerintah provinsi sudah menyiapkan sejumlah program untuk dilaksanakan di tahun 2017, salah satunya memperbaiki rumah tidak layak huni.

Tidak hanya itu, pemerintah provinsi (pemprov) sudah berkomunikasi dengan bupati dan wali kota untuk terus berupaya dan bersama-sama agar target dua persen penurunan angka kemiskinan di tahun ini bisa tercapai.

Wagub menilai, penurunan kemiskinan di NTB trennya sudah cukup bagus. Hal ini bisa dilihat dari analisa Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat jumlah penduduk miskin di NTB berkurang 17,9 ribu orang.

“Penurunan angka kemiskinan dengan tren 17 ribu orang lebih cukup bagus. Tentu bagi kita masyarakat yang akan menilai,” ujarnya.

Menurut Amin, penurunan angka kemiskinan itu tidak terlepas dari kerja keras semua pihak. Baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota.

“Kita patut apresiasi, karena ini jadi spirit kita untuk lebih baik ke depan,” tegas wagub.

Wagub menambahkan, di tahun 2016 anggaran yang disiapkan Pemprov NTB sebesar Rp800 miliar, namun tahun 2017 jumlah itu lebih tinggi.

“Anggaran Rp 1,3 triliun ada peningkatan dari tahun sebelumnya Rp800 miliar. Diharapkan penurunan lebih signifikan. Kita targetkan dua persen di 2017 angka kemiskinan bisa turun,” terangnya.

Untuk diketahui, Kepala BPS NTB Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan penurunan jumlah penduduk miskin tersebut disebabkan berbagai intervensi program dari pemerintah, terutama di wilayah perdesaan.

BPS mencatat jumlah penduduk miskin pada September 2016 sebanyak 786,58 ribu orang atau 16,02 persen. Jumlah penduduk miskin ini berkurang 17,9 ribu orang atau 0,46 persen dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada Maret 2016 sebanyak 804,45 ribu orang atau sebesar 16,48 persen.

Endang menambahkan, selama periode Maret hingga September 2016, penduduk miskin di daerah perkotaan juga berkurang sekitar 6.400 orang. Hal ini juga terjadi dengan jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan yang berkurang sebanyak 11.500 orang, dari 419,23 ribu orang pada Maret 2016 menjadi 407,75 ribu orang pada September 2016. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Menteri Desa : Dana Desa Terbukti Tanggulangi Kemiskinan

kicknews.today Jakarta – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar mengatakan ...