in

Jumlah Penduduk Miskin di NTB Berkurang

ilustrasi
ilustrasi

 

kicknews.today Mataram,  – Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Barat merilis jumlah penduduk miskin di Provinsi NTB pada September mencapai 786.580 orang atau berkurang sebesar 0,46 persen dibandingkan keadaan pada Maret 2016 sebanyak 804.450 jiwa.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Endang Tri Wahyuningsih, di Mataram, Selasa (3/1), mengatakan penurunan jumlah penduduk miskin tersebut disebabkan berbagai intervensi program dari pemerintah, terutama di wilayah perdesaan yang cukup baik dan menyentuh.

“Nilai tukar petani tanaman pangan yang relatif bagus pada tahun 2016. Itu masuk salah satu indikator campur tangan pemerintah,” katanya.

Berkurangnya penduduk miskin, kata dia, terbanyak di perdesaan, yakni dari 419.230 orang pada Maret berkurang menjadi 407.750 orang pada September 2016.

Sementara penduduk miskin di perkotaan berkurang dari 385.220 orang turun menjadi 378.830 orang.

“Jumlah penduduk miskin di wilayah perdesaan memang besar dibanding perkotaan. Tapi yang penting dilihat adalah angka penurunan yang lebih besar dibanding perkotaan,” ujarnya.

Pada September 2016, kata Endang, komoditas yang memberi sumbangan pada garis kemiskinan adalah beras sebesar 23,01 persen di perkotaan dan 30,11 persen di perdesaan.

Selain itu, rokok kretek filter sebesar 10,59 persen di perkotaan dan 9,01 persen di perdesaan.

Daging sapi juga memberikan sumbangan terhadap garis kemiskinan di NTB. Komoditas tersebut memberikan sumbangan sebesar 6,13 persen di perkotaan dan 2,45 persen di perdesaan.

“Komoditas daging sapi memberikan sumbangan terhadap garis kemiskinan karena banyak penduduk mengkonsumsi dan bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha,” kata Endang.

Endang berharap penurunan angka kemiskinan di NTB, yang relatif bagus akan terus berlanjut. Sehingga target penurunan angka kemiskinan sebesar 2 persen per tahun sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB bisa terwujud.

“Kami tentu berharap prestasi penurunan angka kemiskinan NTB sebesar 0,46 persen selama enam bulan bisa dipertahankan dan semakin tinggi penurunannya,” ujarnya pula.