BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Toko Oleh-oleh di Mataram Mulai Bersaing ‘Fee Guide’ Tak Sehat, BPPD Ambil Sikap

Ilustrasi toko oleh-oleh
kicknews.today Mataram – Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Mataram mulai tak nyaman dengan isu-isu kurang baik soal fee para pedagang oleh-oleh atau ritel terhadap guide yang kini persaingannya dianggap kurang sehat dan mengancam merusak nama baik daerah sebagai imbasnya.

Sekretaris BPPD Kota Mataram, Wahyudi Muchlis, S.Par mengatakan, akan segera memanggil pengusaha ritel yang ada di Kota Mataram seperti pengusaha Mutiara, kain songket dan lain sebagainya untuk menyamakan fee tolget travel.

Ini dikarenakan sudah mulai ada persaingan tidak sehat antar pedagang dimana beberapa pengusaha Retil yang merasa modalnya besar memberikan fee terhadap guide cukup besar mencapai 35 persen dari besaran belanja tamu atau wisatawan yang dibawa. 

“Kalau seperti ini terus terjadi, akan ada persiangan fee dan menyebabkan ritel kecil seperti pengusaha asongan akan gulung tikar. Bisa dikatakan, mengkhawatirkan,” ungkapnya, Kamis (29/12).

Tidak hanya itu, persoalan yang terjadi saat ini banyak Travel Agen menawarkan paket rendah, namun justru mencari keuntungan besar dari belanja tamu yang dibawa ke toko oleh-oleh atau Ritel. 

Dia pun mencontohkan, pernah ada temuan di tahun 2012, salah satu perusahaan Travel ketika sambut tamunya di Bandara, begitu tamu tersebut tiba di Lombok langsung menawarkan jenis barang (sovenir) bukan mempromosikan budaya dan destinasi wisata yang ditonjolkan.

“Ini semua terjadi akibat adanya pembagian fee ke travel tour, leader dan driver, “karanya.

Soal fee ini tentu juga berimbas pada usaha lain seperti kerajinan gerabah yang malah nyaris punah dimata wisatawan karena oknum guide yang mengedepankan fee besar tidak membawa tamunya ke sana karena fee yang dianggap sedikit, yaitu berkisar 10-15 persen.

Namun menurutnya kedepan nanti, banyak wisatawan tidak mau lagi diajak belanja oleh guide di tempat tersebut dan malah memilih langsung ke pasar Cakra untuk mencari Mutiara karena menganggap tidak kena budget fee

“Kami yakin, 3-4 tahun kedepan tamu akan masuk ke pedagang asongan,”

Disinggung soal apakah ini akan berdampak ke pariwisata secara umum di NTB akibat ulah oknum Guide yang bermain fee ini? Yudhi berpandangan kalau hal ini tidak akan berdampak besar ke pariwisata NTB karena lebih pada persoalan persaingan usaha saja. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Belum Mengarah ke Teror, Kapolres Mataram Minta Warga Tenang

  Mataram – Kapolres Mataram, AKBP Muhammad SIK meminta warga tetap tenang terkait temuan tas ...