​Begini Cara KLU Antisipasi Tenaga Kerja Asing Ilegal, Termasuk Asal China

gili trawangan yang merupakan lokasi pariwisata dunia

kicknews.today Lombok Utara – Tenaga Kerja Asing (TKA) jumlahnya memang tidak terlalu signifikan di Lombok Utara. Kendati demikian Pemkab setempat tetap mengantisipasi keberadaan para TKA yang tidak memiliki izin kerja alias Ilegal. Karena sebagai kawasan pariwisata, tidak menutup kemungkinan KLU menjadi sasaran empuk bagi sejumlah TKA tersebut.

Upaya guna mengantisipasi pekerja asing illegal ini, yakni dengan melakukan pendataan diseluruh hotel, serta intens melakukan pemantauan langsung bersifat door to door. Hal ini diungkapkan oleh Kabid Tenaga Kerjaan, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) KLU, Itadim. Selasa (27/12).

‘’Mulai tahun 2017 nanti kita akan turun ke lapangan memastikan tidak ada pekerja illegal di Lombok Utara,” tegasnya.

Menurutnya, sinkronisasi antara data dan hasil pemantauan di lapangan dianggap efektif meminimilasir, maupun mencegah keberadaan TKA ilegal. Terlebih, dengan bergabungnya bidang tenaga kerja di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru, justru akan memudahkan koordinasi antar SKPD yang bersangkutan.

‘’Iya apalagi besok kita sudah gabung dengan perizinan dan penanaman modal, maka dari itu koordinasi Insyallah akan mudah,” jelasnya.

Tak bisa dipungkiri, saat ini TKA ilegal di Lombok Utara memang masih ada. Umumnya mereka yang belum mengantongi visa kerja maupun visanya telah habis masa tenggang. 

Merujuk pada isu bahwa TKA asing khususnya yang berasal dari China, hal ini tak luput juga dari pengawasannya. Sebab, diisukan bahwa saat ini sudah ada lebih dari satu juta warga China yang datang ke Indonesia, entah untuk berlibur atau menjadi pekerja.

‘’Kemarin kan banyak juga yang dari China ditangkap, alasannya ilegal sampai mereka menanam tanaman berbahaya,” katanya.

‘’Jangankan yang dari Eropa, dari China pun kita juga akan tindak tegas. Kalau ketahuan tidak mengantongi izin deportasi langsung,” sambungnya.

Berdasarkan data Dinsosnakertrans KLU, pada akhir Desember 2015 lalu. Jumlah TKA tercatat sekitar 294 orang, hingga bulan Mei 2016 kemarin jumlahnya mencapai 329 orang. Regulasi perihal izin TKA tertuang dalam Perda nomor 6 tahun 2014 yang merujuk pada Peraturan pemerintah Nomor 97 tahun 2012 tentang retibusi perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Jika banyak pekerja asing ilegal di KLU, otomatis daerah yang akan dirugikan.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat