BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

​Pasca Banjir, Bima Harus Segera Dibersihkan

upaya pembersihan pasca banjir bima oleh para relawan / photo by: johan rosihan

kicknews.today Kota Bima – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei, memimpin pembahasan rencana aksi tanggap darurat banjir Bima yang berlangsung di ruang rapat Walikota, Minggu malam (25/12).

Hadir Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI, Adhy Karyono, Danrem 162 Wirabhakti, Walikota Bima, Ketua DPRD Kota Bima, Kapolres Bima Kota, Kepala BPBD Prov. NTB, Plt. Sekda Kota Bima, perwakilan organisasi-organisasi relawan, dan pimpinan SKPD terkait lingkup Pemerintah setempat.

“Pertemuan itu membahas aksi tanggap darurat dan prioritas pembersihan sampah bekas banjir,” ungkap Plt Kabag Humas dan Protokoler Kota Bima, Syahrial Nuryadin, SIP.

Kepala BNPB Willem Rampangilei mengarahkan beberapa rencana aksi. Diantaranya selain distribusi bantuan, langkah prioritas adalah pembersihan. Dimana sejumlah truk akan didatangkan dari Pemerintah Provinsi untuk membantu distribusi bantuan dan kegiatan pembersihan. Untuk tenaga yang ada baru dari aparat TNI, Kepolisian dan relawan. Itu pun akan ditempatkan per sektor wilayah terdampak.

Dia mengaku, untuk rekon dan rehab infrastruktur rusak, harus disusun rencana aksi lintas sektor. Misalnya untuk rehab sekolah akan disampaikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk rehab jembatan dan jalan akan disampaikan kepada Kementerian Pekerjaan Umum.

Dikatakannya, berdasarkan rekapan data terbaru, jumlah korban banjir yang mengungsi adalah sebanyak 105.753 jiwa. Dengan rincian, yang mengungsi ditempat keluarga sebanyak 98.423 jiwa dan yang mengungsi di titik pengungsian sebanyak 7.330 jiwa, yang tersebar di 7 kelurahan.

Sedangkan, data kerusakan yang terhimpun sementara, untuk fasilitas kesehatan, Puskesmas, Empat unit, 29 Pustu, 29 Polindes, dan 1 kantor Lab Kesda, dengan perkiraan nilai kerugian Rp.66,4 milyar.

Untuk fasilitas pendidikan sebanyak 18 SD, 5 SMP, 4 SMA. Infrastruktur jalan, jembatan, prasarana air minum, prasarana persampahan, dengan perkiraan nilai kerugian Rp.255 milyar.

“Untuk areal pertanian, dengan perkiraan nilai kerugian Rp.5,806 milyar,” katanya.

Tidak hanya itu, rumah penduduk yang hanyut sebanyak 91unit,  47 rusak berat, 49 rusak sedang, yang rusak ringan belum terhitung. Tempat usaha atau kios yang rusak berat 77 unit, 39 unit rusak sedang, rusak ringan belum terhitung. Total estimasi kerugian sementara sebesar Rp.979,3 milyar.

“Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah kesulitan distribusi bantuan karena kekurangan tenaga dan sarana,” paparnya.

Untuk antisipasi dan pengurangan resiko bencana pada masa mendatang, beberapa hal yang mendesak untuk dilakukan adalah normalisasi sungai, penataan drainase dan penertiban penataan ruang. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Indonesia Berharap Pada Cita-cita TGB, Bisa?

  Momentum Musabaqah Tilawatil Qur’an yang resmi ditutup di Kabupaten Bima pada tanggal 2 November ...