in

​1.700 Ton Beras Bulog di Bima Terendam Banjir. Tenang, Kata Menteri Khofifah Begini Solusinya

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa, didampingi gubernur ntb tgh m zainul majdi, saat meninjau gudang bulog / photo by: humas pemprov ntb

kicknews.today Kota Bima – Banjir bandang yang melanda Bima tanggal 21 dan 23 Desember 2016, tak hanya memporak-porandakan bangunan, namun juga merandam 1.700 ton beras di gudang divre Bulog di Kota Bima. Kondisi ini mendapat perhatian juga dari Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa, saat meninjau gudang.

“Saat ada bencana akan selalu meninjau ketersediaan beras yang ada di gudang Bulog. Termasuk disini, untuk memastikan suplai beras ke dapur umum aman,” ungkapnya, Senin (26/12).

Gudang Divre Bulog di Bima membawahi Kota dan Kabupaten Bima serta Kabupaten Dompu. Tetapi akibat banjir bandang stok beras Bulog di gudang ini ikut terendam. Dari 2.200 ton beras, yang bisa diamankan hanya sekitar 500 ton.

“Ketersediaan beras untuk delapan bulan ke depan cukup aman. Walau pun cadangan beras pemerintah (CDP) untuk Kota Bima sudah terpakai, tapi masih ada dari Pemerintah Provinsi NTB sebanyak 200 ton,” jelasnya.

“Nanti kalau keputusan Gubernur sudah keluar, sudah terpakai, dan masih kurang nanti ada dari Kementerian Sosial,” sambungnya.

Sembari menunggu gudang Bulog Kota Bima diperbaiki selama tiga bulan, pasokan beras ke Kota Bima akan dikirim dari gudang Bulog yang ada di Kabupaten Bima dan Dompu. 

“Insyaallah itu akan aman, yang penting dimonitoring terus agar suplai logistik sampai ke Kota Bima,” pungkasnya.(prm)