BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Jika Pariwisata di NTB Ingin Lebih Maju, Ini Syaratnya,..

Sejumlah wisatawan saat hendak menyebrang ke Trawangan

kicknews.today Mataram – Ketua Asita NTB, Dewantoro Ombu Joka mengatakan, terdapat sejumlah hal yang mesti diubah jika ingin melihat Pariwisata NTB semakin maju. Salah satunya, NTB saat ini dihadapkan oleh isu keamanan pariwisata yang kerap kali menjadi penghalang maksimal masuknya wisatawan.

“Mestinya harus ada sinergi dengan semua pihak untuk jaga keamanan. Dinas tidak boleh angsih terhadap kondisi, kalau memang ada muncul isu tersebut, segara ambil sikap, koordinasi dengan pihak terkait dan masyarakat setempat,” ungkapnya, Jumat (23/12).

Hal itu disampaikannya dalam agenda refleksi pembangunan kepariwisataan, yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB, Jumat (23/12). Pada kegiatan itu hadiri beberapa nara sumber, mulai dari pelaku wisata, HPI, PHRI, Asita, aparat kepolisian dan lain sebagainya.

Sementara dari HPI NTB, Sapoan juga ikut menguatkan, target kunjungan 3,5 juta wisatawan ditahun 2017 dirasa cukup berat. Untuk merealisasikannya, pemandu wisata atau guide harus memberikan pelayanan terbaik terhadap wisatawan.

“Jika itu bisa dilakukan, saya yakin wisatawan akan senang dan puas ke NTB. Jangan malah guide jadi perusak citra wisata kita,” katanya.

Dari perwakilan kepolisian Polda NTB, AKBP Eko Waluyo menilai bahwa semua pelaku wisata, asosiasi harus bisa bekerjasama. Mengingat, keamanan di NTB dianggap sudah cukup kondusif, oleh sebab itu keamanan dan kenyamanan wisatawan harus diprioritaskan.

“Saya pernah didatangi wisatawan atau keterwakilan negara Inggris. Mereka menanyakan bagaimana sistem pengamanan kalau weekend di Gili Trawangan dan gili lainnya? Saya jawab proses pengamanan kami memiliki kapal cepat sebanyak 29 unit serta sudah dioperasikan di tiga gili. Polisi punya dana pengamanan sebesar Rp.1 miliar 50 juta dan itu akan dimaksimalkan,” jelasnya.

“Artinya ini harus dijaga, karena kadang oknum wisatawan itu sendiri, ketika sudah mabuk, mereka lupa dengan barangnya. Ujungnya lapor polisi dan mengharapkan asuransi, itu patut kita lebih jeli,” pungkasnya.(prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Tamu di Gili Trawangan Membludak, Bagaimana Soal Sampahnya ?

  Lombok Utara – Gili Trawangan kecipratan dampak daripada Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka ...