Jadilah yang Pertama Tau

12 KK di Pemenang KLU Terendam Banjir, Warga: Disini Sudah Langganan

Warga saat memindah barangnya

kicknews.today Lombok Utara – Pemukiman penduduk yang berada dikawasan pesisir pantai, Dusun Teluk Kombal Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang KLU terendam banjir, Rabu (21/12). Akibatnya 12 Kepala Keluarga (KK) yang bertempat tinggal dilokasi itu, harus menggungsi untuk sementara waktu.

Pelaksana Tugas BPBD Lombok Utara, Iwan Maret Asmara mengatakan, pihaknya sudah meninjau lokasi dan melakukan evakuasi bagi warga yang rumahnya terendam banjir. Sebab tinggi air diketahui telah mencapai sekitar 50cm.

‘’Jarak pemukiman dengan pesisir pantai sekitar 2-3 meter, kami sudah mengevakuasi warga untuk sementara mereka mengungsi dirumah saudara dan tetangga,” ujarnya.

Menurutnya, penyebab banjir lantaran air muara naik dan tidak bisa mengalir ke laut dengan lancar. Pasalnya kondisi air laut dan muara ini setara, sehingga menyebabkan air muara tetap ditempat dan meluap ke permukiman warga.

‘’Geografis di permukiman ini cekung, sehingga tetap tergenang air. Memang disana jadi salah satu kawasan yang masuk zona merah rentan bencana,” jelasnya.

Sebelumnya pernah dilakukan upaya antisipasi seperti membuatkan tanggul, dan memasang pipa guna menyalurkan air yang berada di muara agar mengalir ke laut. Hanya saja, karena cuaca ekstrim tanggul beserta pipa ini lama-kelamaan hancur karena ombak.

‘’Untuk sementara warga masih mengungsi sampai air mulai surut. Saya kira solusi jangka pendek dengan menggunakan alat untuk menyedot air, solusi jangka panjang mau tidak mau warga mesti direlokasi,” tandasnya.

Sementara salah seorang warga setempat, Zainudin mengakui bahwa kondisi ini setiap tahunnya selalu terjadi. Ketika hujan lebat air dari perkampungan mengalir ke Muara Buyuk. Namun lantaran drainase air dari perkampungan menuju kesana terhambat, maka otomatis air langsung turun menuju muara yang berada dipinggir pesisir pantai.

‘’Drainase itu terhalang oleh bangunan. Kondisi ini sudah jadi langganan setiap tahun, air ini kiriman dari kampung induk karena perkampungan kami terletak di hilir dan berdekatan dengan pantai,” katanya.

‘’Sebenarnya sudah dari hari minggu lalu, tapi kami tetap bertahan (tanpa bantuan) meskipun sekarang air sudah setinggi lutut orang dewasa,” pungkasnya.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat