Jadilah yang Pertama Tau

Bantuan Untuk Korban Banjir Tunggu Dulu, Warga Mataram Sabar Ya…

Banjar di Mataram

 

kicknews.today Mataram – Ibu Kota Provinsi NTB tengah digenangi air. Bahkan terdapat belasan Kelurahan yang menjadi korban atas bencana banjir ini. Namun sampai sekarang bantuan belum dapat disalurkan oleh Pemkot Mataram, pasalnya identifikasi serta pendataan masih berlangsung.

‘’Semua pasti akan kami perhatikan. Sekarang kami masih berkonsentrasi mengidentifikasi dampak banjir,” kata Sekretaris Daerah Kota Mataram, Effendi Eko Saswito di Mataram, Jumat (16/12).

Menurutnya, identifikasi itu dimaksudkan untuk mengetahui kerusakan dan kebutuhan masyarakat yang terkena dampak dari bencana banjir termasuk fasilitas umum seperti jalan dan tanggul yang jebol.

‘’Jika bangunan yang rusak berat, ringan atau sedang apa yang harus kami bantu, atau mungkin warga membutuhkan sembako dan bantuan lainnya,” tegasnya.

Dengan masih berlangsungnya identifikasi ini, pihaknya mengakui bantuan belum tersalurkan, tapi dipastikan apabila pendataan tuntas, bantuan segera didistribusikan. Sebab bantuan yang akan diberikan disesuaikan dengan kebutuhan warga yang terkena dampak banjir.

‘’Berapapun hasil pendataan dan kebutuhan, kami akan siapkan melalui dana tanggap bencana dan dana tak terduga yang tersedia sekitar Rp1,5 miliar,” sebutnya.

Identifikasi dan pendataan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, tidak hanya menyangkut warga yang terkena dampak bencana banjir saja. Pemerintah kota juga melakukan identifikasi persoalan serta pemetaan penyebab inti persolan tersebut.

‘’Kita akan tangani sebagai komitmen pemerintah kota. Termasuk antisipasi melimpahnya air masuk ke kota dengan membuat waduk di Babakan sebagai wilayah perbatasan,” ujarnya.

‘’Kondisi wilayah Kota Mataram yang berada di bagian hilir juga mempengaruhi terjadinya banjir, karena menerima kiriman air dari luar kota,” sambungnya.

Terdapat 11 kelurahan yang terkena dampak banjir pada Rabu (14/12) lalu. Diantaranya Kekalik Jaya, Ampenan Utara, Pejarakan, Cakra Selatan, Abian Tubuh, Karang Baru, Babakan, Pejanggik dan Karang Taliwang. Tapi dua kelurahan dinilai paling parah karena ketinggian air mencapai dua meter, yakni di Babakan dan Kekalik Jaya sehingga warga sempat diungsikan ke masjid dan sejumlah rumah warga. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat