Jadilah yang Pertama Tau

Di Hari Jadinya, HAMAS Bertekad Tetap Lawan Pendudukan israel di Palestina

Brigade Al-Aqsa

 

kicknews.today Kota Gaza,  – Puluhan ribu pendukung, anggota, pemimpin senior dan petempur sayap militer HAMAS berkumpul di Kota Gaza pada Rabu (14/12) untuk merayakan ulang tahun ke-29 berdirinya Gerakan Perlawanan Islam tersebut.

Pada Rabu pagi (14/12), anggota HAMAS menyerukan melalui pengeras suara di masjid kepada semua pendukungnya agar berkumpul di pusat Kota Gaza.

Dengan memakai masker, pakaian seragam militer serta dilengkapi bermacam jenis senjara api dan naik puluhan kendaraan 4X4, anggota HAMAS melaju di seluruh kota, sementara kerumunan pendukung Gerakan Perlawanan Islam itu meneriakkan slogan dukungan buat pemerintah mereka dan mengibarkan bendera hijau.

“Meskipun cuaca buruk, kerumunan orang ini datang ke sini untuk mengatakan bahwa kita semua mendukung HAMAS, gerakan yang mensahkan perlawanan bersenjata terhadap pendudukan, yang membuat kaum pendudukan ini menderita pukulan menyakitkan selama 29 tahun belakangan,” kata Khalil Al-Hayya, seorang pemimpin senior HAMAS dalam pertemuan terbuka tersebut.

HAMAS, singkatan bahasa Arab untuk  arakat al-Muqawamah al-Islamiyyah – yang berarti Gerakan Perlawanan Islam, didirikan pada 14 Desember 1987 oleh pemimpin spiritualnya Sheikh Ahmed Yassin –yang gugur dalam serangan udara Israel pada 2004. Gerakan tersebut telah berada di belakan serangkaian serangan bom ke dalam wilayah Israel, sehingga menewaskan ratusan orang Yahudi.

Al-Hayya, yang berpidato dalam pertemuan terbuka itu, mengatakan gerakannya mampu memaksa Israel menerima kesepakatan pertukaran tahanan dengan HAMAS.

Ia menambahkan “HAMAS juga mampu memaksa kaum pendudukan mencapai kesepakatan lain pertukaran tahanan”, demikian yang dipantau media ini, Kamis malam. Ia merujuk kepada prajurit Israel yang hilang dan masih berada di dalam tahanan HAMAS.

Israel melancarkan agresi udara dan darat secara besar ke Jalur Gaza sejak 2008, yang terbesar ialah pada 2014 yang berlangsung selama 50 hari dan menewaskan 2.200 orang Palestina serta 70 orang Yahudi. Serangan Israel terhadap Jalur Gaza tersebut juga telah menimbulkan kehancuran banyak rumah dan prasarana.

HAMAS adalah penentang utama proses perdamaian dengan Isrel dan telah dimasukkan ke dalam daftar organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Eropa. Walaupun gerakan tersebut menentang perdamaian dengan Israel, HAMAS bergabung dalam pemilihan anggota parlemen yang diselenggarakan pada 2006, dan mengusir Faksi Fatah, pimpinan Presiden Paletina Mahmoud Abbas.

Pada musim panas 2007, HAMAS melalui kekuatan merebut kekuasaan atas Jalur Gaza, setelah berpekan-pekan pertempuran internal melawan pasukan keamanan Abbas. Sejak itu, HAMAS telah menguasai daerah kantung Palestina tersebut, tapi upaya penengahan Qatar, Mesir dan Turki sejauh ini telah gagal mengakhiri 10 tahun perpecahan antara HAMAS dan Fatah.

“Pada suatu hari perjuangan bersenjata kita akan bersatu, Jalur Gaza dan Tepi Barat Sungai Jordan,” kata Al-Hayya. Ia menambahkan, “Kami benar ketika kami mengatakan perdamaian dengan kaum pendudukan tak masuk akal, oleh karena itu, kita mesti mewujudkan persatuan kita dan mengakhiri perpecahan internal saat ini.” Pemimpin senior HAMAS tersebut menyeru Abbas, Fatah dan Pemerintah Otonomi Nasional Palestina agar segera menghentikan kerja sama keamanan dengan Israel di Tepi Barat dan memberi kebebasan kepada petempur HAMAS untuk mempertahankan rakyat di Tepi Barat serta di Jerusalem. Ia menyeru Pemerintah Otonomi Nasional Palestina agar membebaskan semua anggota HAMAS yang ditahan di penjara PNA. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat