BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Jokowi VS Prabowo, Rivalitas Berujung Diplomasi Berkuda Hingga Nasi Goreng Istana

Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) menunggang kuda disela-sela pertemuan di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Senin (31/10). Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas masalah bangsa.

kicknews.today – Rivalitas Joko Widodo atau Jokowi versus Prabowo Subianto adalah buku tebal tentang sebuah demokrasi. Ketika demokrasi langsung menjadi milik semua maka panasnya suhu politik menjadi keniscayaan.

Namun kedua anak bangsa itu tak lantas larut dalam sumpah serapah tak berujung sebagaimana para pendukungnya di dunia maya.

Keduanya justru menemukan rivalitas itu telah menemui titik pangkalnya, dan di ujungnya kini yang tersisa adalah persahabatan.

Baik Jokowi maupun Prabowo sempat menjadi simbol perseteruan tajam yang bahkan diyakini tidak pernah jelas ujung pangkalnya.

Hampir separuh Pemerintahan Jokowi dalam perjalanan kini, kemesraan keduanya tak diduga semakin terbangun.

Prabowo tak lagi segan memanggil mantan rivalnya itu sebagai Presiden Jokowi, Kepala Pemerintahan Republik Indonesia.

Keduanya saling bertukar undangan berharap saling hadir di meja makan dalam suasana yang penuh keakraban.

Sebab persahabatan bekas rival adalah cermin tumbuhnya perdamaian yang selalu menyejukkan.

Diplomasi berkuda, diplomasi nasi goreng istana, hingga pencak silat telah menjadi saksi betapa persahabatan mereka semakin erat dari waktu ke waktu.

Agar Menyejukkan Publik kini memang lebih sering menyaksikan betapa kerapnya dua tokoh yang paling banyak diperbincangkan di media sosial pada 2014 ini saling bersalaman dan merangkul satu sama lain.

Tidak pernah ada yang tahu faktor ketulusan ataukah ada kepentingan sebab dalam hati orang siapa yang tahu.

Namun Jokowi sendiri pada suatu kesempatan sempat berkata bahwa apa yang dilakukannya dengan menawarkan persahabatan kepada Prabowo merupakan caranya untuk memperlihatkan sesuatu yang memang sangat ingin dilihat oleh rakyatnya.

Jokowi ingin memastikan bahwa rivalitas ada batasnya, di ujungnya ada persahabatan yang menyejukkan, yang mengharukan siapapun yang melihatnya.

“Saya yang biasanya enggak pernah naik kuda saya bela-belain naik kuda,” kata Jokowi.

Sementara Prabowo pun serupa, sikapnya yang amat legowo dan menyambut baik uluran persahabatan hangat dari mantan kompetitornya itu justru semakin memperlihatkan sifat ksatria dan kenegarawannya.

Prabowo semakin kharismatik lantaran kehangatannya ketika menghadiahkan topi berkuda kepada Jokowi.

Tak berhenti sampai di situ, ia memenuhi undangan makan siang dari Jokowi di Istana. Mantan Danjen Kopassus itu bahkan beberapa kali tampak bertandang ke Istana terlepas dari sorot kamera wartawan.

Terakhir kali pertemuan dilakukan di arena laga Kejuaraan Pencak Silat for The World: The 17 th World Championship and Festival yang digelar di Gedung Olah Raga (GOR) Lila Bhuana, Kota Denpasar, Bali, di mana Prabowo menjabat sebagai Presiden Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa (Persilat).

Marching Band Layaknya kunjungan Presiden Jokowi di kediaman Prabowo di Hambalang yang disambut dengan marching band, sambutan serupa pun diberikan Prabowo kepada Jokowi saat di Bali.

Rupanya sang sahabat itu memboyong marching band kebesarannya itu ke Denpasar untuk menyambut karibnya.

Itu adalah undangan khusus Prabowo kepada Jokowi dengan hadiah spesial berupa gelar Pendekar Utama untuk Jokowi.

“Kami ingin menggunakan kesempatan ini atas nama keluarga besar pencak silat dunia dan Indonesia, kami mohon Bapak berkenan menerima gelar sebagai pendekar utama pencak silat. Dengan demikian tentunya Bapak akan selalu mengawasi, membina, dan membesarkan pencak silat di tahun-tahun yang akan datang,” kata Prabowo Subianto.

Pendekar Utama merupakan gelar kehormatan dari Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia yang diberikan khusus kepada tokoh-tokoh yang dianggap memiliki karakter pendekar.

Gelar tersebut juga diberikan atas sumbangsih Presiden Jokowi terhadap pembinaan dan pengembangan pencak silat di Indonesia.

Publik tak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi namun kemesraan keduanya tampak sangat menyejukkan.

Jokowi beruntung memiliki Prabowo yang amat sangat mudah untuk dicintai sebaliknya Prabowo berharap banyak kepada Jokowi atas segala sesuatu yang diperjuangkannya untuk rakyat.

Politikus PDIP Maruarar Sirait bahkan pernah berseloroh bahwa keduanya mungkin saja berduet pada Pilpres 2019.

Pria yang akrab disapa Ara itu menambahkan, hubungan yang baik antara Jokowi dengan Prabowo merupakan budaya politik yang harus dilestarikan. Baginya, baik Jokowi maupun Prabowo adalah negarawan sejati.

“Indonesia beruntung punya Jokowi dan Prabowo,” katanya. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Prabowo-AHY vs Jokowi-Puan atau Prabowo-TGB vs Jokowi-Gatot

  Mataram – Pemilihan Presiden (Pilpres) akan digelar pada 17 April 2019 mendatang, namun perbincangan ...