BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Kebijakan Satu Pintu Kapal Cepat ke Tiga Gili Mulai jadi Kontroversi

Wisatawan saat baru sampai di Gili Trawangan
Wisatawan saat baru sampai di Gili Trawangan

kicknews.today Lombok Utara – Kebijakan satu pintu untuk kedatangan kapal cepat menuju tiga Gili (Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno) Kabupaten Lombok Utara, masih jadi kontroversi. Pemerintah berkepentingan soal tertibnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun disisi lain, pihak pelaku pariwisata justru khawatir regulasi ini berdampak buruk, bahkan ke ancaman boikot oleh pengelola kapal cepat melayani trip ke tiga gili. Kekhawatiran itu disampaikan Asosiasi Kapal cepat Indonesia (Akacindo).

Sebagai gambaran, walaupun Pemprov NTB sudah mengintruksikan agar kapal cepat transit dahulu di Pelabuhan Bangsal sebelum menuju tiga Gili sejak tanggal 1 Desember 2016 lalu, namun hal itu belum juga terlaksana.

Ketua Komisi II DPRD KLU, Tusen Lasima menjelaskan, semestinya Akacindo dan Pemerintah harus duduk bersama. Jangan sampai justru saling mengancam dan hasilnya malah buruk bagi citra pariwisata NTB.

“Ini harus dibicarakan lebih lanjut bagaimana pembagian, serta keuntungan dan ruginya. Kalau terus begini kan pariwisata daerah yang dipertaruhkan,” ucapnya, Rabu (7/12).

Sebagai bidang yang mengurusi pariwisata, ia pun tak menampik jika teknis satu pintu menuju destinasi wisata unggulan di NTB ini sangat diperlukan.

“Sekarang ini kita tidak tahu apa yang mereka (Wisatawan) bawa. Karena selama ini kapal cepat langsung saja menuju kesana,” paparnya.

“Belum lagi persoalan rusaknya terumbu karang memang sangat beralasan. Karena untuk recovery itu dibutuhkan waktu lama. Kita ingin sistemnya seperti di Bandara ketika ada satu pintu itu, jadi sisi PAD dapat dan kita pun mampu menekan peredaran Narkoba,” kata Tusen.

Sementara Ketua Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan (APGT) Acok Zaini Baso, justru menilai langkah pemerintah ini dapat memicu munculnya kekhawatiran bagi kemajuan pariwisata.

“Yang kami khawatirkan Akacindo memboikot kapal cepat tujuan Bali ke NTB. Ini jelas wisatawan akan berkurang 50 persen,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan (APGT), Acok Zaini Baso.

Menurutnya, alasan Akacindo tak mau transit menuju Bangsal maupun Teluk Nara cukup logis. Pasalnya wisatawan tentu ingin menghemat waktu agar lebih efisien, sementara sarana dan prasaran dikedua pelabuhan saat ini masih minim.

“Wisatawan ini inginnya simple, mereka akan terganggu kalau di oper kesana kemari. Dalam waktu dekat kami akan menggadakan hearing ke Pemerintah,” tandasnya. (iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Villa Ombak akhirnya Bongkar Sendiri Bangunan Menyalahi Aturan di Gili Trawangan

  kicknews.today Lombok Utara – Pemda Lombok Utara tidak main-main untuk meratakan seluruh bangunan di ...