BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Mandi Rebo Bontong Jadi Perhatian Turis di Gili Air

Masyarakat Gili Air saat mengikuti ritual mandi safar
Masyarakat Gili Air saat mengikuti ritual mandi safar

kicknews.today Lombok Utara – Masyarakat di kawasan pariwisata Gili Air, berbondong-bondong keluar rumah untuk pergi ke pantai sekitar, Rabu (29/11). Ratusan masyarakat yang berkumpul tersebut, sontak menjadi pusat perhatian wisatawan.

Berkumpulnya warga Gili Air bukannya tanpa alasan. Mereka tengah memperingati dan mengikuti ritual adat Mandi Safar atau yang kerap disebut dengan “Rebo Bontong”.

Kades Gili Indah, H. Taufik mengatakan, acara adat ini memang dilaksanakan dari tahun ke tahun. Salah satunya dipercaya untuk menolak bala.

“Ini merupakan ritual budaya yang memang sudah turun temurun dilakukan. Sebagai salah satu bentuk untuk menolak bala. Ritual ini peninggalan leluhur dari Bugis dan Manggar,” ujarnya.

Menurutnya, acara ini juga sebagai sarana mengangkat kembali budaya agar tidak menghilang tergerus waktu. Bahkan event Mandi Safar ini menjadi komoditi pariwisata yang ditawarkan kepada wisatawan.

“Event ini juga bisa dijadikan daya tarik pariwisata khususnya di tiga Gili,” katanya.

“Acara adat ini dulu sempat mandek, lalu kami bangkitkan lagi pada tahun 2007 dan menjadi agenda tahunan,” sambung Taufik.

Sementara itu, Wakil Bupati KLU, Sarifudin mengatakan, Pemda berkomitmen untuk mendukung gelaran budaya seperti ini. Selain harus dilestarikan, ini juga dinilai bagus untuk promosi daerah.

“Memang perayaan semacam ini tidak pernah digariskan dalam agama, tapi ini adalah keyakinan dan potensi pariwisata. Maka dari itu Pemda mendukung penuh,” tegasnya.

“Destinasi wisata di Lombok Utara menjadi tolak ukur daerah dalam pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat ini saja uang investasi yang berjalan di Lombok Utara telah mencapai Rp. 20 triliun. Oleh karena itu, mari kita jaga obyek wisata yang ada agar bisa tetap meningkatkan PAD itu,” pungkasnya.

Pantauan kicknews.today sebelum memulai ritual, arak-arakan perahu kecil berisi makanan disiapkan oleh masyarakat. Lantas dilanjutkan dengan prosesi melepas atau melarung sesaji ke laut yang kemudian diperbutkan oleh warga, dan diakhiri dengan acara mandi bersama di pantai.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Pembongkaran Bangunan di Gili Air dan Meno Jangan Sampai Seperti di Trawangan..!

  kicknews.today – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) tahun depan sudah mulai berancang-ancang untuk menertibkan ...