BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

HIV/AIDS di Mataram Sekarang Capai 377 Kasus

Ilustrasi
Ilustrasi

kicknews.today Mataram, – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencatat jumlah HIV/AIDS di daerah itu mencapai 377 kasus sejak 2001 hingga Oktober 2016 yang didominasi usia produktif.

“Sebanyak 377 kasus tersebut terdiri atas 197 kasus HIV dan 180 AIDS serta terdapat 113 kasus kematian,” kata Sekretaris I KPA Kota Mataram dr Margaretha Cephas di Mataram, Rabu (30/11).

Sementara khusus data dari Januari hingga Oktober 2016 kasus HIV terjaring sebanyak 16 dan AIDS sebanyak 12 kasus, sedangkan untuk kasus kematian hingga saat ini laporannya belum diterima.

“Kasus kematian tahun ini ada, tapi laporan riilnya belum saya terima,” sebutnya.

Menurut dia, secara kumulatif jumlah kasus HIV yang lebih banyak dibandingkan dengan AIDS itu memang sesuai dengan harapan.

Artinya, dengan lebih tingginya temuan kasus HIV mengindikasikan jangkauan pelayanan semakin bagus.

Sebaliknya, kata dia, jika kasus AIDS ditemukan lebih banyak indikasinya jangkauan pelayanan dari petugas lapangan, kader peduli AIDS dan populasi kunci atau orang-orang berisiko tinggi terhadap HIV/AIDS seperti pekerja seks komersil (PSK), pelanggan PSK, pengguna narkoba, homoseksual dan lainnya tidak bergerak atau kurang memberi respon terhadap program penanganan yang dilakukan pemerintah.

“Kasus AIDS yang menyerang sistem kekebalan tubuh akan terlihat lima tahun ke depan, sehingga penanganan HIV yang cepat dapat menurunkan kasus AIDS dan kematian,” sebutnya.

Dengan demikian, sambungnya, harapan hidup bagi penderita HIV/AIDS bisa lebih lama sebab begitu mereka dinyatakan positif HIV/AIDS langsung diberikan obat antiretroviral (ARV) yang harus diminum setiap hari dan tepat waktu.

“Jadi penderita HIV/AIDS jangan berkecil hati, sebaliknya harus memotivasi diri lebih semangat untuk sehat kembali,” katanya.

Prinsipnya, pemerintah akan berusaha terus menekan kasus kematian yang disebabkan HIV/AIDS dimana dari tahun 2001 hingga Oktober 2016 tercatat 113 kasus kematian dari 377 kasus yang ada.

“Angka kasus kematian ini sangat tinggi, karenanya kami berkomitmen menurunkan angka tersebut,” katanya.

Margaretha Cephas mengatakan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) tersebut kini berada di rumah masing-masing namun tetap mengikuti berbagai program pemeriksaan secara rutin dan gratis di lima puskesmas layanan komprehensif berkesinambungan (LKB) serta CST (care support and treatment) di RSUD Mataram.

“Jika mereka disiplin meminum obat yang diberikan secara gratis, maka harapan hidup mereka bisa normal,” katanya.

Namun demikian, Margaretha menyebutkan kasus kematian sebanyak 113 kasus HIV/AIDS di Kota Mataram disebabkan adanya penyakit ikutan yang diderita ODHA yang biasa disebut infeksi oportunistik.

Hal itu terjadi karena kekebalan tubuhnya turun sehingga kuman-kuman di kulit bisa menjadi ganas seperti kanker, pembengkakan kelenjar, diare yang tidak pernah sembuh dengan berbagai jenis obat dan akhirnya meninggal.

“Secara nasional kondisi pada tahun 2015, ditemukan juga kasus TBC dengan HIV dan bisa disebut kolaborasi TB dan HIV. Inilah yang harus kita tangani segera,” katanya.

Terkait dengan itu, pihaknya sangat berharap agar peran serta dari masyarakat dan aparat mulai dari lingkungan, kelurahan dan kecamatan agar aktif menemukan populasi kunci sebagai upaya pencegahan AIDS di kota itu. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Masuk ICU di Jeddah, Haji Asal Mataram Tidak Bisa Pulang

  Mataram – Seorang haji dari Kelompok Terbang 1 asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, ...