BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

TGH Hasanain Punya Ide Jitu Soal Lahan Kritis di NTB

TGH Hasanain Juaini, Pengasuh Ponpes Nurul Haramain NW

kicknews.today Mataram – Selama ini, Nusa Tenggara Barat sangat dikenal penghasil pertanian atau swasembada pangan. Namun, mengikuti perkembangan zaman, disertai pembangunan gedung dan lain sebagainya, tidak menutup kemungkinan pepohonan habis ditebang.

Akan tetapi, bagi Pendiri Pondok Pesantren Putri Nurul Haramain, Lombok, Tuan Guru Haji Hasanain Juaini tidak khawatir akan hal itu karena, ia akan mendorong diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang kewajiban menanam pohon di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Ada sekitar 580 ribu hektar lahan kritis, kalau kita hitung tidak ada yang bisa biayai recovery ini,” ungkapnya, dalam acara Lokakarya tentang Perubahan Iklim yang digelar bersama Kedubes Norwegia di Mataram, Kamis (24/11).

Menurutnya, Perda wajib tanam pohon merupakan langkah jitu dalam mengurangi dampak kerusakan lingkungan lahan kritis. Bagi dia, satu orang memiliki kewajiban menanam 127 batang pohon hingga 10 tahun ke depan.

Dengan jumlah penduduk NTB sekitar 4,7 juta orang, maka akan ada 5,9 miliar pohon yang ditanam hingga 2026. 

“Kalau perda wajib tanam ini efektif dan dilaksanakan selama 10 tahun maka persoalan 580 ribu hektar lahan kritis selesai,” lanjutnya.

Untuk implementasinya, dia menyerahkan hal ini kepada pemangku kebijakan di NTB. Dia menuturkan, kewajiban tanam dilakukan secara bertahap mulai dari jenjang sekolah dasar. Selain aktif memelihara kelestarian lingkungan, kewajiban menanam pohon juga akan meningkatkan kesadaran masyarakat NTB terhadap lingkungan.

“Kita punya tanggung jawab moral kepada bumi yang telah memberikan segalanya,” paparnya.

Tokoh Perubahan Republika 2015 ini juga sedang menggagas camp di tengah hutan yang mampu menampung hingga 500 orang. Rencananya, camp tersebut akan digunakan untuk memberikan pelatihan dan pendidikan kepada anak SD di NTB yang dilakukan secara bergantian.

“Setiap hari ada sekolah kirim murid kesana menginap, dan paginya menanam, kalau dijalankan selama 10 tahun secara berkesinambungan kerusakan hutan yang besar Insya Allah dalam 10 tahun bisa selesai tanpa khayalkan biaya besar,” pungkasnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Ternyata, Ini Kisah di Balik Nama Zulkieflimansyah

  Sumbawa – Ibarat sebuah doa yang dipanjatkan orang tua untuk diri sang anak, itulah ...