BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Di Lombok Anda Bisa Lihat Bali, Tapi di Bali Anda Tidak Bisa Menikmati Lombok

perang api (net)
perang api (net)

kicknews.today Lombok – Nama Pulau dewata Bali barangkali sudah popular di dunia, keindahan alam serta panorama eksotik menjadikan Bali sebagai salah satu destinasi wisata unggulan yang banyak dikunjungi warga Internasional.

Maka tak heran, jika Indonesia menjadikan pulau Bali sebagai destinasi utama untuk mendatangkan wisatawan mancanegara sebanyak-banyaknya. Namun tahukah anda, jika panorama alam serta keragaman budaya yang ada di Bali juga bisa dijumpai ditempat lain.

Ya, Pulau Lombok namanya. Sebuah pulau dengan julukan seribu masjid dan serambi Madinah ini menyimpan pesona eksotik alam dan budaya yang unik. Kekentalan budaya islam sangat dirasakan karena sebagian besar masyarakat di pulau ini muslim, namun budaya Hindu Bali pun tidak kalah kental pengaruhnya. Maka dari itulah sering kita dengar istilah kalau di Lombok anda bisa lihat Bali, tapi di Bali anda tidak bisa menikmati Lombok.

Mungkin secara angka kunjungan wisatawan, Lombok masih jauh dibawah Bali. Namun beberapa persamaan antar dua pulau ini sangat bisa dirasakan. Betapa tidak, merujuk Historis Kerajaan Karangasem, Bali pernah melebarkan kekuasannya sampai ke Pulau Lombok sekitar tahun 1800.

Proses kekuasaannya sudah ada sejak 1692. Hadirnya Kerajaan Karangasem beserta pengikutnya di Lombok, menimbulkan banyak aspek tradisi kehidupan sosial budaya antara Bali dan Lombok memiliki kemiripan hingga saat ini.

Sejumlah budaya Bali yang bisa ditemui di Lombok, yakni Perang api dan Pawai Ogoh-ogoh umumnya digelar jelang perayaan hari raya Nyepi, hingga upacara adat Mulang Pekelem biasanya diadakan di Danau Segara Anak Gunung Rinjani. Sebagai bentuk difusi budaya, seni tari dan gamelan gong Bali sering digelar dalam acara – acara terentu di Lombok, misalnya saja gendang beleq.

Kesamaan lain menjurus dari busana adat, seni theater cakepung, permainan tradisonal yang istilah Karangasem (Lombok) disebut gebug atau presean. Bentuk lain adalah istilah makan bersama, Karangasem mengatakan megibung atau di Lombok kerap disebut begibung. Lantas tradisi menikah, istilah Karangasem yakni merangkat di Lombok disebut merariq, juga banyak lagi tradisi budaya lainnya yang sama.

Dari aspek pariwisata, sejumlah destinasi di Lombok juga tidak kalah indahnya dengan Bali. Misalnya, Gunung Rinjani, tiga Gili, pantai Senggigi, Kuta, dan Pink. Destinasi Waterfall, ada Sendang Gile, Tiu Teja, Mangku Sakti, hingga Tiu Candi Batu yang tengah naik daun. Di Bali, beberapa destinasi wisata unggulan, yakni Pantai Kuta, Sanur, kawasan Mongkey Forest Ubud, Tanjung Benoa, GWK, hingga Danau Beratan Bedugul.

Menurut salah satu Dosen di Akademi Pariwisata (Akpar) Mataram, I Wayan Bratayasa, M.par, sejatinya budaya Bali yang bisa dirasakan di Lombok ini merupakan sebuah keunggulan. Jika mampu dikemas secara apik tentu bisa mendatangkan wisatawan dunia sebanyak mungkin.

‘’Sebenarnya ini merupakan keunggulan. Bali mulai menata pariwisata sejak tahun 1500. Sementara Lombok membangun pariwisatanya sejak 1883, maka wajar saja kita sedikit tertinggal dari semua sisi pariwisata,” ujarnya.

Kendati demikian, bukan berarti Bali tidak mampu tersaingi oleh Lombok. Sebab, Lombok dianggapnya memiliki lima unsur yang dibutuhkan dalam mengembangkan destinasi wisata. Diantaranya, kenyamanan dan keamanan, mampu diukur, bisa dibandingkan, nilai tambah, dan unik.

‘’Misalnya di Gili Trawangan itu ada Goa Jepang, di Meno ada Danau Indah. Ini salah satu destinasi yang tidak dimiliki oleh dunia. Lantas keunikan itu, merujuk kepada budaya masih khas antara Bali dan Lombok. Jika kelimanya bisa di implementasikan dengan baik, bukan tidak mungkin kedepan Bali bisa tersaingi,” jelasnya.

Persoalan yang terjadi, Lombok hanya menjadi destinasi alternatif. Pasalnya, penerbangan dari dunia ke Lombok masih mengandalkan Bali dan Surabaya. Sehingga wisatawan yang datang tidak langsung memilih Lombok sebagai tempat tujuan yang bakal disinggahi.

‘’Direct ke Lombok belum mampu meskipun Bandara sudah berstatus Internasional. Merupakan masalah yang harus kita temukan solusinya bersama sehingga kedepannya, pariwisata Lombok bisa sejajar,” kata mantan Asisten Direktur III Akademi Pariwisata Mataram itu.

‘’Keberhasilan pariwisata memang tidak bisa diukur, ia bersifat kompotebel. Jadi masyarakat yang bisa menilai ia berhasil atau tidak. Selain marketing serta penataan destinasi, sinkronisasi kelima unsur itu harus seimbang pula,” demikian Brata.

Well, meskipun banyak kekurangan yang harus dibenahi di Lombok. Namun itu tidak menyurutkan niat wisatawan berkunjung ke pulau seribu masjid ini. Destinasi serta budaya Bali yang mampu hadir tentu menjadi daya tarik tersendiri terlepas dari pada gemerlap serta eksotika pulau dewata.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Museum NTB Upayakan Pemulangan Harta Karun Lombok di Belanda

  Mataram – Keberadaan harta karun milik Lombok bernilai triliunan rupiah di Tropen Museum Amsterdam ...