BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Kasus Pengeroyokan Pemuda di KLU Dinilai Mandek, Jawaban Polisi?

Supartono (Kiri) saat menunjukan laporannya dari Polsek Gangga
Supartono (Kiri) saat menunjukan laporannya dari Polsek Gangga

kicknews.today Lombok Utara – Warga Dusun Dasan Tengak Desa Jenggala Kecamatan Tanjung KLU, mempertanyakan proses hukum terkait dugaan kasus pengeroyokan pemuda setempat. Pasalnya, proses hukum yang terkesan lambat membuat warga mulai berang.

“Ini sudah satu bulan lebih dan belum ada tersangka, apalagi salah satu korban saat ini masih dirawat di RS. Dia mengalami retak dibagian kepala,” ujar salah seorang warga, Raden Supartono. Jumat (18/11).

Ia menceritakan kronologis kejadian waktu itu, sekitar pukul 23.30 wita tanggal 22 oktober. Sekitar lima pemuda dari Dusun Dasan Tengak Desa Jenggala, secara spontan diserang oleh pemuda yang diduga warga Dusun Dasan Baru, Desa Bentek yang lokasinya bersebelahan usai menghadiri acara gawe.

Akibat kejadian itu, tiga korban pengeroyokan yang salah satunya merupakan anak Supartono, RW (21), S (16), dan FH (19) mengalami luka-luka. S menderita luka paling parah, Ia mengalami retak dibagian belakang kepala yang diduga disebabkan oleh pukulan benda keras.

“Saya sudah melaporkan ke Polsek Gangga memang tiga pelaku sudah ditahan, tapi entah kenapa sekarang ini ketiganya malah dibebaskan. Kalau Polsek tidak bisa limpahkan saja kasus itu ke Polres,” jelasnya.

Hingga saat ini kasusnya terkesan ngambang. Ditambah lagi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) KLU justru mencoba memediasi kedua belah pihak untuk berdamai.

“Yang jelas kami ingin proses hukum tetap berjalan. Karena ini bukan sekali warga kita diserang oleh warga sebelah, meskipun pelaku ada yang dibawah umur ini untuk memberi efek jera,” tegasnya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Gangga, Ipda Made Sukadana menjelaskan, kasus yang melibatkan anak dibawah umur itu masih diversi, penanganannya pun mesti hati-hati. Tetapi bukan berarti proses hukum berhenti.

“Terduga pelaku ada tiga salah satunya anak dibawah umur, kasus ini masih dalam penyelidikan, maka dari itu kita koordinasi dengan LPA dan pihak Dinas Sosial,” ucapnya.

“Karena belum ada tersangka, dan kasus ini masih belum naik ke tahap sidik kita tidak bisa menahan terduga pelaku. Proses hukum masih berjalan apalagi banyak keterangan saksi yang saya dapatkan berbeda,” imbuhnya.

Pihaknya masih menunggu hasil penelusuran LPA sebelum melanjutkan ketahap sidik. Pasalnya, diketahui LPA tengah mengupayakan jalan tengah guna berdamai.

“Kalau pun nanti sudah masuk ke tahap sidik, secara otomatis terduga pelaku yang dewasa kita proses juga. Artinya sekarang proses hukum maupun damai sedang dilakukan,” pungkasnya.(iko)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

KLU Jadi Destinasi Wisata Alam Dunia, Ini Peran Pemudanya

kicknews.today Lombok Utara – Kabupaten Lombok Utara diproyeksi akan menjadi destinasi wisata alam bertaraf internasional. ...