BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Manajemen Hotel Santosa Janji Lunasi Tunggakan Pajak 8 M Desember Ini

penyegelan hotel The Santosa karena menunggak pajak
penyegelan hotel The Santosa karena menunggak pajak

kicknews.today Mataram,  – Manajemen The Sentosa Hotel and Villages, Senggigi janji akan melunasi seluruh tunggakan pajak dan restoran sebesar Rp 8 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Kita komitmen akan melunasi utang bulan Desember 2016,” kata Manajer Keuangan The Sentosa Hotel and Villages, Senggigi I Wayan Sudiartha di Mataram, Senin (14/11).

Menurut dia, apa yang menjadi tuntutan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) agar manajemen hotel melunasi seluruh hutang sudah disanggupi pihak manajemen. Hanya saja, pihaknya meminta waktu hingga bulan Desember baru bisa terbayar.

“Masih diusahakan oleh direksi untuk membayar. Tetapi, kita juga sebetulnya sudah membayar sebesar Rp250 juta kepada Pemkab Lombok Barat pada bulan Oktober,” tegasnya.

Diakui Wayan, terlambatnya manajemen membayar pajak hotel dan restoran. Dikarenakan, kondisi keuangan hotel juga bermasalah. Penyebabnya, banyak di antara acara yang dilaksanakan pemerintah daerah baik provinsi dan kabupaten maupun kementerian belum membayar kepada pihak manajemen hingga kini dengan alasan pembayaran baru bisa dilakukan 3 bulan. Tidak hanya itu, sambungnya tetapi kurangnya tamu yang menginap, sehingga mengganggu kondisi keuangan hotel.

“Kita akan tetap bayar, bukan tidak membayar,” tegasnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, memberi tenggak waktu hingga Pebruari 2017 kepada manajemen The Sentosa Hotel and Villages, Senggigi untuk melunasi seluruh tunggakan, jika tidak ingin di segel.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Pemkab Lobar Hj Lale Prayatni mengatakan tindakan penyegelan itu dilakukan karena manajemen The Sentosa Hotel and Villages, Senggigi masih memiliki tunggakan hutang pajak hotel dan restoran kepada pemerintah daerah mencapai Rp8 miliar.

“Tunggakan itu tercatat dari tahun 2014 sampai dengan 2016,” kata Lale Prayatni.

Ia menjelaskan, tunggakan sebesar itu merupakan hutang pajak hotel dan restoran yang harus dibayarkan manajemen setiap bulannya kepada pemerintah Kabupaten Lombok Barat.

“Sesuai peraturan, pajak ini di ambil 10 persen dari setiap biaya makan minum tamu yang harus di bayar manajemen kepada pemerintah kabupaten Lombok Barat,” ujarnya.

Pihaknya sudah berusaha untuk menagih manajemen pada 21 Juli 2016. Tapi, rupanya manajemen belum berniat menyelesaikan. Namun, pada 29 Agustus 2016, pihaknya bertemu kembali dengan pemilik hotel di Yogyakarta. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Para PS di Senggigi Wajib Cek Kesehatan Tiga Bulan Sekali

  Lombok Barat – Patner Song (PS) disejumlah Kafe maupun Karaoke yang berada di wilayah ...