BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Hapus TKI Ilegal dan Calonya, Mustahil Hanya Dengan Program Saja

wakil ketua komisi v dprd ntb kasdiono
wakil ketua komisi v dprd ntb kasdiono

kicknews.today Mataram – Salah seorang Anggota Komisi V DPRD NTB, HMNS Kasdiono menyatakan Ia pesimis pelayanan TKI akan bisa terbebas dari praktik percaloan, tanpa pengawasan dan sosialisasi terhadap Lembaga Pelayanan Terpadu Satu Pintu (LTSP).

“Rasanya sulit tanpa ada kesepakatan dan pengawasan. Dimana, LTSP yang sudah ada saja terkesan tidak berjalan efektif, pihak Imigrasi tidak mau gabung dengan LTSP,” ungkapnya, Rabu (9/11).

Dia mengatakan, sangat mendukung ada pengembangan pelayanan satu pintu di Enam Daerah, yang menjadi kantung TKI. Hanya saja, sejauh mana sosialisasi program itu, yang belum bisa diyakininya.

“Mestinya, semua pihak harus mengutamakan kontrol, tidak hanya buat program, pasca itu tidak diperhatikan,” katanya.

Menurutnya, membangun komitmen terhadap LTSP dirasa sangat sulit. Komitmen itu mestinya harus dibarengi dengan menyiapkan fasilitas di LTSP, seperti peralatan. Serta melibatkan semua pihak dalam satu pelayanan seperti Imigrasi dan semua pihak terkait, lalu dibarengi dengan penempatan Aparat Kepolisian, Dinas terkait, dan seluruh pihak terkait lainnya. Terlebih, akan ada kantor pelayanan Imigrasi di Lombok Timur dan Bima, mestinya dijadikan pilot projek pelayanan terbaik.

Politisi Demokrat itu menambahkan, untuk mencegah adanya TKI ilegal akan sangat sulit dilakukan, jika tidak secara bersama-sama. Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB itu juga menekankan pentingnya memperketat pengawasan di pintu keluar seperti di BIL dan Lembar.

“Jangan hanya berotorika dengan proses, mari buktikan dengan nyata, berikan pelayanan, cegah TKI ilegal,” pungkasnya. (prm)

Related Post

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

TNGR Keluarkan Larangan Mendaki bagi Pencabut Edelweis, Dewan Sebut itu Tidak Cukup

  Mataram – Pencabutan bunga Edelweis atau bunga abadi yang dilindungi di Gunung Rinjani terus ...