​Keberadaan Rupiah Juga Menjadi Penjaga Kedaulatan NKRI 

Warga tiga Gili Antusias menukarkan uang tidak layak edar

kicknews.today Lombok Utara – Keberadaan semua jenis pecahan uang rupiah ditengah masyarakat harus dijaga keberlanjutannya. Ini menjadi salah satu bagian penting dari wujud kedaulatan NKRI, sekaligus mendukung kelancaran transaksi masyarakat didalam wilayah Indonesia. 

Karenanya, Kamis hingga Jumat (27-28/10), BI NTB kembali menyambangi tiga Gili di wilayah Lombok Utara. Sekitar 90.000 bilyet uang pecahan kecil dengan total nilai 500 juta rupiah, dibawa khusus untuk melayani kebutuhan masyarakat disana.

“Kegiatan ini bagian dari upaya BI untuk menjaga ketersediaan uang dimasyarakat sesuai dg denominasi, tepat waktu, dan kualitas yang prima. Sangat penting menjaga tetap tersedianya semua pecahan uang di masyarakat, karena setiap nominal mendukung sistem pembayaran, agar tidak ada lagi transaksi pengembalian dengan permen atau alasan lain, akibat dari tidak tersedianya denominasi tertentu dimasyarakat.” Ungkap Deputi Kepala KPW BI NTB Bidang Sistem Pembayaran, Hobby Krisnawan W. yang dikonfirmasi via telepon. 

Bekerjasama dengan Ditpolair Polda NTB, petugas kasir BI menjelajahi tiga Gili, untuk menarik UTLE (Uang Tidak Layak Edaran) dari masyarakat, dan menyebarkan uang HCS (Hasil Cetak Sempurna). 

“Melalui edukasi Bank Indonesia sangat berharap agar masyarakat bisa menjadi pemutus rantai peredaran Uang Tidak Layak Edar dg cara 3D (didapat, ditahan, ditukar). Jargon ini kami kenalkan, karena selama ini masyarakat secara umum cendrung menggunakan kembali UTLE yg didapat untuk bertransaksi.” tambahnya. 

Kegiatan ini bukan semata memprioritaskan kuantitas hasil serapan UTLE, tetapi esensinya adalah keberadaan Negara dapat langsung menyentuh masyarakat terbawah, yaitu melalui kegiatan kas keliling yang langsung kemasyarakat.

“Giat layanan tersebut akan secara periodik dilakukan. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat agar ramah rupiah, serta memastikan rupiah sebagai simbol Negara dalam perekonomian tetap berdaulat di NKRI, khususnya di tempat-tempat wisata. Dan kegiatan seperti ini juga menjangkau seluruh pelosok di Provinsi NTB.” Tambahnya. 

Aparat pemerintah setempat sangat mengapresiasi kegiatan itu, dan animo masyarakat pun cukup tinggi. 

“Kedepan perlu kesinambungan dari BI, agar masyarakat dapat tetap terlayani. Semaksimal mungkin kami akan dukung program-program untuk layanan masyarakat spt ini,” ungkap kades Gili indah H. M. Taufik. (tr)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat