BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Menko Kemaritiman Turun Tangan Tuntaskan Lahan KEK Mandalika

menko-kemaritiman-luhut-binsar-panjaitan-kiri-baju-putih-saat-mengunjungi-kantor-itdc-di-lombok-tengah
menko-kemaritiman-luhut-binsar-panjaitan-kiri-baju-putih-saat-mengunjungi-kantor-itdc-di-lombok-tengah

kicknews.today Lombok Tengah – Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Penjaitan akhirnya turun tangan untuk mengupayakan penyelesaian urusan lahan yang masih bermasalah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Resort Lombok Tengah.

Ia meminta kepada para pihak terkait untuk bersama-sama menyelesaikan masalah lahan seluas 135 hektar demi percepatan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tersebut.

“Menurut mantan Menteri BKPM, Pak Lutfi, masalah (sengketa lahan) ini sudah selesai pada tahun 2008. Hak Pengelola Lahan (HPL) akan keluar dalam beberapa minggu ke depan. Surat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN bahwa ini adalah aset negara akan keluar dalam beberapa minggu ke depan. Kalau kita ribut terus mimpi kita untuk mensejahterakan rakyat akan sulit terwujud,” ungkapnya Selasa (25/10).

Untuk itu, Pemerintah Pusat dan Daerah akan mensosialisasikan perundang-undangan yang mengaturnya, yang menjelaskan bahwa pihak yang tidak memiliki bukti kepemilikan tidak bisa mengklaim lahan tersebut. Menurutnya pemerintah juga sudah melihat sejauh mana permintaan masyarakat yang menuntut penyelesaian ini bisa ditoleransi dan diakomodasi.

“Tapi pemerintah tidak bisa didikte dan tidak bisa juga diteror. Negara ini negara hukum. Kita harus taat pada hukum yang berlaku,” katanya sambil meminta bantuan Pemerintah setempat, Danrem dan Kapolsek untuk melakukan sosialisasi.

Dalam pertemuan yang dihadiri juga oleh Direktur Pengembangan ITDC Edwin Darmasetiawan dan Wakil Gubernur NTB M. Amin, Menteri Luhut mengatakan bahwa KEK Mandalika. Termasuk dalam 10 destinasi wisata prioritas pemerintah dengan nilai proyek sebesar 2,5 miliar USD. Jika bisa diwujudkan akan memberi dampak positif yang berlipat kepada masyarakat sekitarnya.

“Percayalah, pemerintah tidak akan mencederai rakyatnya. Mandalika dibuat untuk kesejahteraan rakyat setempat. Kalau jumlah turis berkembang yang lain akan berkembang. Jumlah turis kita mau tingkatkan hingga 5 juta. Dampaknya adalah semua sektor akan berkembang. Seperti pertanian, handicraft, industri, dan perekenomian rakyat seperti dengan membuka warung makan dan masih banyak lagi,” kata Menteri Luhut meyakinkan para peserta pertemuan.

Menko Luhut menargetkan tahun depan pembangunan kawasan ini bisa segera dijalankan. Kawasan ini termasuk salah satu yang akan mendapat bantuan dari Bank Dunia sebesar 300 juta USD, bersama dengan kawasan wisata Borobudur dan Danau Toba.

Pada kesempatan tersebut, Luhut sempat mengunjungi fasilitas pengelolaan air laut untuk air bersih yang menggunakan sistem sea water reserve osmosis, yang merupakan salah satu infrastruktur penunjang kawasan itu.

Luhut sempat menemui sekitar 80 orang pengunjuk rasa yang berusaha menghadang, saat menuju Bandar Udara Internasional Lombok. Mereka menuntut ITDC atau pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan lahan.

“Tadi saya sudah bicara dengan tokoh masyarakat dan pemda, kita sepakat masalah lahan ini harus cepat diselesaikan, karena pembangunan ini harus menguntungkan masyarakat,” kata Menko Luhut kepada para pengunjuk rasa.

Para pengunjuk rasa menyambut baik pernyataan Menteri Luhut. Kepada pengunjuk rasa Menteri Luhut meminta mereka untuk tidak terprovokasi dengan hasutan.

“Saya minta jangan ada yang terprovokasi, karena itu saya langsung datang kesini untuk bertemu Bapak-Bapak,” pintanya.

Sementara, Wakil Gubernur NTB, H. Muhammad Amin berjanji akan berusaha menjaga kondusifitas agar pembangunan KEK bisa berjalan lancar.

“Bisa dibicarakan baik-baik dan pasti kami lakukan dengan pendekatan masyarakat,” pungkasnya. (prm)

Related Post

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About Redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

KEK Mandalika Kebagian Rp 16, 2 Triliun dari 11 KEK di Indonesia

  Jakarta – Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencatat realisasi nilai investasi di 11 ...