Hari Sumpah Pemuda, Seorang Siswi SMK di Mataram Tewas Saat Akan Upacara

Suasana rumah duka. Tampak sanak keluarga berkabung melepas kepergian Septiani/ Foto (mh)

kicknews.today Mataram – Di hari Sumpah pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober ini, Seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 4 Mataram berduka. Septiani (18) warga Kampung Pelembak, Kelurahan Dayen Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, menghembuskan nafas terahirnya sesaat sebelum ia akan mengikuti upacara Sumpah Pemuda di sekolahnya Jumat (28/10).

Menurut cerita teman sekelasnya Budi Ayuni, sebelum korban meninggal dia sempat berbincang dengan melaui pesan singkat, untuk menanyakan upacara kali ini mau mengenakan kostum seragam apa.

“Dia masih pagi sempat sms saya menyakan mau menggunakan baju apa?,” ungkap Ayuni.

Korban yang diketahui memiliki riwayat penyakit asma dan mimisan ini, oleh temanya dikenal sebagi siswi yang baik dan ramah.

Pada Saat akan mengikuti upacara Siwi Kelas XI jurusan UPW Pariwisata ini, terlihat duduk dikelas bersama teman temamya, dan seketika itu ia tiba tiba terlihat aneh dan memuntahkan darah yang begitu banyak.

“Dia muntah darah begitu banyak, kami panik melihatnya dan memberitahu guru,” lanjutnya.

Setelah itu korban sempat digotong ke ruang UKS Sekolah sembari menunggu datangnya mobil ambulan. Saat itu Septiani terus mengelurakan darah dari hidung, mulut dan telinga, serta wajah korban terlihat pucat. Baju yang digunakannya berlumuran darah.

Anak ke tiga dari dua bersaudara ini, akhirnya dilarikan kerumah sakit Bayangkara Polda NTB, untuk dilakukan perwatan medis, namun naas korban sudah tiada.

Oleh dokter Septiani dinyatakan meninggal sekitar pukul 08.45 wita.

“Korban yang dibawa kerumah sakit, masih bernafas namun pas sudah sampai rumah sakit dokter menyatakan dia sudah meninggal,” kisah Ayuni.

Dilain pihak, menurut keterangan orang tua Septiani, Bapak Fa’af, anaknya memang sering sakit namun jarang bercerita sakit yang dideritanya. Dengan mata yang berkaca kaca ayah Septiani menceritakan kepada awak media.

“Dia jarang mau cerita sakit yang dideritanya, namun dia sering sakit,”ungkapnya.

Saat ini, korban telah berada dirumah duka, dan terus mendapat kunjungan dari teman, guru, dan para tetangga untuk berbela sungkawa. Rencanya korban akan dimakamkan dipemakaman yang ada di Otak Dese Ampenan Setelah selesai solat Ashar atau jam 15.15 wita.(mh)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat