​Bau Amis Diantara Turunnya Angka Kunjungan Wisatawan di Banyumulek

Truk pengangkut sampah di TPA Lobar

kicknews.today Lombok Barat – Turunnya angka kunjungan wisata Banyumulek tidak lepas dari masalah sampah yang belum tertangani dengan baik.  Kondisi ini diperparah mobil pengangkut sampah yang mondar mandir memicu suasana tidak nyaman dan bau amis.Muncul pertanyaan, bagaimana wisatawan ramai ke sentra kerajinan gerabah itu jika hidung pengunjung masih tersengat bau amis? 

Ketua Forum Koordinasi Daerah Wisata Khusus Banyumulek Kecamatan Kediri Lombok Barat (Lobar), Lalu Ahsan mengaku kesal kepada Pemda Lobar dan Pemkot Mataram, yang hingga saat ini belum mengatur jadwal armada mobil sampah yang lalu lalang di kawasan tersebut. 

Menurutnya, itu merupakan salah satu faktor menurunnya kunjungan wisatawan ke Banyumulek.

“Kami berharap besar kepada pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat, agar ikut andil dan peduli terhadap nasib pengrajin yang mulai terseok – seok dan tidak memposisikan diri seolah menjadi pengamat,” kritiknya, Jumat (21/10).

Mobil sampah harusnya punya jadwal operasional pada malam hari saja pada saat melintas di kawasan wisata kerajinan gerabah dan patung itu, agar para pengunjung tidak mengeluhkan bau amis.

Terpisah Kepala Dinas Tata Kota Lobar HL Winengan, meminta pemerintah desa Banyumulek untuk bersurat, agar sesegera mungkin bisa di bahas terkait penjadwalan waktu yang tepat untuk armada sampah milik Pemda Lobar dan Kota Mataram beroperasi.(aan)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat