BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates

Meski Mengaku Ada Izin, Tambang Ditolak Warga

mediasi-antara-warga-dua-dusun-dengan-pihak-pengelola-tambang-galian-c
mediasi-antara-warga-dua-dusun-dengan-pihak-pengelola-tambang-galian-c

kicknews.today Lombok Barat – Warga Dusun Karang Bucu dan Dusun Pelulan, Desa Kuripan Utara, Kecamatan Kuripan meminta tambang galian C di wilayah mereka dihentikan. Galian C yang baru beroperasi dua hari itu diminta ditutup, karena dinilai merusak lingkungan.

Kepala Dusun Karang Bucu, Safeullah Memaparkan, dari awal warga Karang Bucu dan Pelulan dengan tegas menolak penambangan Galian C. Karena dianggap lebih banyak membawa mudarat ketimbang manfaat. Warga khawatir lahan pertanian mereka tercemar dan menjadi tidak produktif.

“Kekesalan warga bertambah, seiring permintaan mereka tidak pernah digubris oleh pihak pengelola tambang. Apalagi sejauh ini warga merasa tidak pernah dilibatkan dalam proses perizinan, namun aktivitas pertambangan sudah berjalan dua hari.” paparnya kepada wartawan di lokasi tambang, Jumat (21/10).

Sebagai bentuk aksi penolakan. Warga dua dusun itu juga sudah berkirim surat ke Provinsi untuk mengkaji ulang perizinan tambang, karena mereka menyebut izin yang ada baru sebatas eksporasi alias uji coba.

“Warganya bahkan mengancam, jika aktivitas pertambangan tetap dilanjutkan, akan membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Mereka tak segan akan melaporkan pihak-pihak yang ikut terlibat, termasuk para pekerja tambang.” tegas Saefullah.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dusun Pelulan H Haerudin. Dikatakannya, warga Pelulan sudah berkomitmen menolak segala bentuk aktivitas penambangan Galian C didaerah mereka.

“Intinya kami menentang dan kami tidak menerima ada galian C di wilayah kami,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator pekerja tambang Galian C, Geduq menegaskan pihaknya tidak mungkin melakukan aktivitas penambangan jika tidak ada izin dari dinas terkait dan desa terkait. Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu NTB sudah menerbitkan izin dengan nomor 503/03/056/IUP/BKPMPT tanggal 11 Oktober 2016.

” Saya heran kenapa yang tidak ada izin malah tetap beroperasi. Sementara kami jelas-jelas sudah ada izin distop.” sesalnya.(aan)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

About redaksi kicknews.today

Dalam Kategori Ini

Bayi Perempuan Masih Hidup Dibuang di Pinggir Sungai di Lobar

  kicknews.today – Warga Desa Bug-bug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, menemukan ...