Polisi pun Tercengang, Pelaku Curanmor Rangkap Narkoba Jadi Fenomena di Ops Jaran

kasubdit-iii-jatanras-diskrimum-polda-ntb-akbp-kholilul-rochman
kasubdit-iii-jatanras-diskrimum-polda-ntb-akbp-kholilul-rochman

kicknews.today Mataram – Operasi yang bersandi Jaran Gatarin 2016 dengan sasaran kejahatan Curanmor diawali 14 oktober dan akan berakhir 27 oktober. Dalam sepekan terakhir, beragam modus kejahatan ditemukan. Fenomena yang dianggap mencengangkan, adalah ketika menemukan pelaku curanmor ‘rangkap’ sebagai pengguna narkoba. Ada dua sampai tiga tindak pidana sekaligus dilakukan pelaku, membuat polisi pun tercengang.

“Kami heran, ndak habis pikir. Selain pelaku diproses kasus curanmor, banyak juga yang terlibat kasus narkoba,” demikian ungkapan heran Kasubdit III Jatanras Diskrimum Polda NTB AKBP Kholiliul Rochman.

Jaringan kejahatan curanmor ini rupanya ada hubungannya dengan kasus narkoba. Sebab barang bukti kendaraan yang dicuri, rupanya dijual lagi untuk membeli narkoba.

“Hasil jual kendaraan curanmor, diputar lagi untuk beli narkoba,” kata dia. Selain untuk dijual, narkoba juga dipakai sendiri. Fenomena baru dalam kasus kejahatan curanmor ini akan terus diungkapnya. Sehingga dalam perkembangannya, selain menangkap tersangka curanmor, proses hukum bisa berlanjut ke tindak pidana narkotika.

Operasi jaran masih tersisa satu minggu. Namun sejauh ini Polda NTB cukup berhasil mengungkap pelaku kejahatan terutama pelaku pencurian kendaraan bermotor. Dari target 31 orang yang menjadi DPO Polisi, sudah menangkap 16 pelaku. Waktu sepekan yang tersisa, dia akan berusaha menggenjot anggotanya untuk mengungkap kasus kasus yang belum bisa terungkap.

“Kita akan trus berusaha menangkap para pelaku kejahatan yang sampai saat ini belum bisa terungkap,” lanjut Kholilul. Selama operasi berlangsung, Polisi telah menyita berbagai barang bukti. Barang bukti yang paling menonjol, berupa sepeda motor berjumlah 27 unit, sedangkan untuk barang bukti berupa mobil dua unit.

Selain itu, berbagai barang bukti lain, yang disita dari tangan pelaku kejahatan berupa handphone, Laptop dan uang. Dari 16 pelaku yang diamakan di rutan Polda NTB, ada tiga orang pelaku yang terlibat kasus penadahan sesuai Pasal 480 KUHP. (mh)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat