Bila Ada Bencana, Dana 2,5 Triliun Telah Siaga

deputi-penanganan-darurat-bencana-bnpb-junjung-tambunan-kiri-bersama-kaban-bpbd-ntb-h-mohamad-rum
deputi-penanganan-darurat-bencana-bnpb-junjung-tambunan-kiri-bersama-kaban-bpbd-ntb-h-mohamad-rum

kicknews.today Mataram – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rapat koordinasi guna menyesuaikan pengaturan anggaran sebesar Rp 2,5 triliun, yang diperuntukkan bagi dana pertolongan penyelamatan, evakukasi, dan penanggulangan bencana di Indonesia, termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Deputi Penanganan Darurat Bencana BNPB, Junjung Tambunan mengatakan, untuk distribusi dana tersebut tidak akan merata antara satu daerah dengan daerah yang lain. Pengalokasiannya akan bergantung pada luas wilayah, potensi bencana dan jumlah bencana yang terjadi.

“Prosesnya sesuai kebutuhan dan berapa pun itu, bila kebutuhan yang sangat berhubungan dengan pertolongan penyelamatan dan evakukasi pasti dipenuhi,” ungkapnya, saat rapat koordinasi siaga darurat bencana banjir dan puting beliung di Provinsi NTB, Kamis (20/10).

Dikatakannya, distribusi dana akan disalurkan kepada daerah-daerah yang sedang dilanda bencana melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tingkat provinsi. Karena, BPBD merupakan perwakilan pemerintah pusat di daerah untuk penanggulangan bencana, dan BNPB maupun BPBD bukan satu-satunya pihak yang memiliki tanggung jawab ketika terjadi bencana.

“Ketika ada perbaikan dan bencana bukan segala-galanya harus BNPB, Undang-undang mengatakan ketika ada bencana yang paling bertanggungjawab adalah kepala daerah,” sentilnya.

Oleh sebab itu, diharapkan kepada pemerintah daerah memberi perhatian lebih dalam hal pendanaan bagi penanggulangan bencana melalui APBD. Untuk Provinsi NTB, ia mengimbau baik pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat agar siaga dalam mengantisipasi datangnya banjir.

“Beberapa kabupaten/kota sudah ada yang banjir seperti Lombok Barat dan Lombok Timur,” pungkasnya. (prm)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Anda mungkin juga berminat